SketsaNusantara.id- Kapitan Jonker merupakan seorang pemimpin pasukan Maluku yang ada di pihak VOC.
Jonker lahir pada tahun 1620 dari kalangan bangsawan muslim Manipa di Maluku dengan nama Ahmad Sangaji Kawasa.
Ayah Jonker diketahui adalah seorang bupati dan tokoh penting di kawasan Pulau Manipa, Maluku.
Nama Jonker ternyata diperkirakan bukanlah nama aslinya, namun sebuah padanan gelar dari Marga Tamaela.
Hal tersebut diketahui dari tulisan di sebuah akte dengan nama "Jonckee Jouwe de Manipa" pada tahun 1664.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id, awalnya Jonker tidak memihak kepada VOC, tapi ia berjuang untuk melawan dan mengusir mereka.
Baca Juga: Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata
Ia melawan VOC bersama dengan pasukan Raja Tahalele dari Pulau Buano pada Perang Hiti II (Wawane) di tahun 1634 sampai tahun 1643.
Sayangnya, mereka harus menerima kekalahan atas perlawanannya tersebut dan akhirnya harus menjadi tawanan VOC.
Kapitan Jonker selanjutnya dibawa dan ditempatkan di Batavia dalam pengawasan Arnold de Vlaming van Ductshroon serta menjadi wakil raja Tahalele dengan gelar raja muda yang dipadankan jadi "Jonkheer" dalam bahasa Belanda.
Baca Juga: Pasukan Tulungan Pemburu Pangeran Diponegoro: Tentara Pengkhianat Rakyat yang Berasal dari Pribumi
Setelah itu, Jonker mendapatkan gelar kapitan karena menggantikan posisi Raja Tahalele yang terluka parah usai memimpin pasukan Maluku untuk VOC di Sri Lanka.
Kapitan Jonker pun banyak terlibat di berbagai pertempuran besar yang berada di bawah pihak VOC seperti di Timor, Pantai Barat Sumatera, Sulawesi, Pantai Timur Jawa, Palembang, dan Banten.