jelajah

Favorit Sultan Agung, Lemper Raksasa Jadi Simbol Upacara Adat Rebo Wekasan, Punya Makna Mendalam

Kamis, 25 Juli 2024 | 11:00 WIB
Lemper raksasa dalam upacara adat Rebo Wekasan di Yogyakarta (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Lemper dan tradisi Rebo Wekasan di Yogyakarta merupakan dua hal yang tak terpisahkan.

Lemper adalah penganan yang terbuat dari ketan dengan isian daging ayam, abon atau daging sapi cincang.

Makanan ini biasanya dihidangkan saat upacara adat Rebo Wekasan di daerah Bantul, Yogyakarta. 

Baca Juga: Jadi Makanan Pokok Para Pejuang, Ini 5 Kuliner Khas Indonesia yang Disajikan saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI

Ketika pemerintahan Sultan Agung pada tahun 1600 an, upacara adat Rebo Wekasan masih terus dilestarikan hingga hari ini.

Ada yang menyebut Rebo Wekasan sebagai Rebo Pungkasan. Maknanya sama. Kata rebo dalam bahasa jawa berarti hari Rabu. Sedangkan Wekasan mengacu pada akhir atau 'pungkasan'.

Sesuai namanya, tradisi ini diselenggarakan setiap malam Rabu terakhir pada bulan Safar.

Baca Juga: Melegenda Sejak Tahun 1915, Favorit Warga Belanda? Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk Makin Maknyus Disantap Saat Hangat

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Jogjaprov.go.id, tujuan diselenggarakan Rebo Wekasan adalah sebagai penolak bala dan simbol syukur. Selain itu, juga menjadi laku keprihatinan para kyai dan ulama zaman dahulu.

Dalam upacara adat ini, lemper menjadi salah satu makanan yang ikonik.

Pasalnya, lemper dibuat dalam porsi raksasa sepanjang 2,5 meter dengan diameter 50 cm.

Baca Juga: Sejak Tahun 1980! Kuliner Legendaris Rujak Cingur Mak Tun Malang, Uniknya Dipungkasi dengan Kuah Kolak Santan yang Lekoh...

Selain lemper raksasa, lemper-lemper dalam porsi kecil juga disediakan. Kemudian diarak atau di kirab menuju pendopo balai Kalurahan Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta.

Lemper sendiri konon merupakan kudapan favorit Sultan Agung yang memiliki makna khusus.

Halaman:

Tags

Terkini