SketsaNusantara.id - Kabupaten Tuban memiliki situs-situs bersejarah bertema religi yang begitu banyak, salah satunya adalah Klenteng Kwan Sing Bio.
Klenteng Kwan Sing Bio Tuban memiliki pesona yang menarik untuk dikunjungi.
Meski telah menjadi salah satu objek wisata religi di Tuban, Klenteng Kwan Sing Bio masih digunakan sebagai tempat beribadah.
Baca Juga: Sejarah dan Filosofi Kolak, Temukan Tuhan dalam Semangkok Kudapan Manis?
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman disbudporapar.tubankab.go.id, Klenteng Kwan Sing Bio berada di Jalan Martadinata No.1, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Letak spesifikasinya berada di pinggir Jalan Raya Pantura. Kwan Sing Bio ini diketahui satu-satunya klenteng yang langsung menghadap ke laut se-Asia Tenggara.
Salah satu keunikan yang dapat dilihat secara langsung adalah terletak pada gerbang masuknya yang terdapat Gapura Kepiting Raksasa.
Ikon Kepiting Raksasa pada gapura tersebut digunakan sebagai tanda atau simbol bangunan klenteng yang dibangun areal tambak kepiting.
Merujuk pada laman student-activity.binus.ac.id, Kwan Sing Bio dinobatkan sebagai klenteng terluas di Asia Tenggara, hal ini lantaran didirikan dengan luas mencapai 4 hektar.
Klenteng bernama Kwan Sing Bio memiliki makna sebagai tempat pemujaan dan penghormatan kepada Dewa Kwan Kong.
Baca Juga: 3 Keunikan Masjid Agung Tuban, Kebanggaan Masyarakat Kota Wali dengan Sebutan Masjid 1001 Malam
Peringatan ulang tahun Dewa Kwan Kong dirayakan pada tanggal 24 bulan 6 dalam sistem penanggalan Tionghoa.