SketsaNusantara.id - Diantara pendiri-pendiri NU di daerah, ada satu tokoh pendiri NU di Sulawesi Selatan yang begitu dikenal masyarakat.
Ia adalah Andi Djemma yang masuk deretan pahlawan nasional dari Sulawesi Selatan, yang diangkat pada 8 November 2022 oleh Presiden Joko Widodo dan juga tokoh pendiri sekaligus pengembang NU di Sulawesi Selatan.
Andi Djemma merupakan seorang pria kelahiran Sulawesi Selatan yang kemudian menjadi Datu Luwu, sebuah kerajaan pertama di Sulawesi Selatan yang kemudian bergabung dengan Republik Indonesia, dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Historia Channel.
Tak hanya itu saja, sejarah juga mencatat Andi Djemma adalah tokoh utama pelopor keberadaan Nahdlatul Ulama atau NU di Tanah Luwu.
Bahkan saat Andi Djemma ini menjadi Datu Luwu, organisasi kebangsaan dan agama lain seperti Partai Syarikat Islam Indonesia dan Muhammadiyah berkesempatan untuk menjalankan organisasinya di Kerajaan Luwu.
Siapa Andi Djemma?
Andi Djemma lahir pada 23 Februari 1901 di Palopo, Sulawesi Selatan sebagai putra dari Andi Kambo yang merupakan Datu (Raja) Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan.
Pada tahun 1906, Kerajaan Luwu ditaklukkan Belanda sehingga Andi Kambo terpaksa menandatangani kontrak politik dengan Belanda dan mereka harus menjalankan pemerintahan sesuai dengan keinginan Belanda.
Pada tahun 1953, Andi Kambo kemudian meninggal dunia sehingga diperlukan ada pengganti kedudukannya.
Saat itu ada tiga calon pengganti Andi Kambo dan salah satunya adalah Andi Djemma yang merupakan keturunan raja langsung.
Sesuai permintaan masyarakat adat maka Andi Djemma yang kemudian terpilih menjadi Datu berikutnya sehingga Belanda kemudian menetapkan Andi Djemma sebagai Raja Luwu berikutnya.
Sampai kemudian terdengar kabar bahwa Indonesia memproklamirkan diri telah merdeka pada tahun 1945, sehingga Andi Djemma menyambut baik kabar tersebut dan segera mengumumkan hal itu kepada rakyatnya.