Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, ia juga menyatakan bergabung menjadi bagian negara dan menolak untuk bekerjasama dengan Neterlands Indies Civil Administration (NICA) yang merupakan pemerintahanan sipil Hindia Belanda.
Sehingga mulai saat itu situasi di Luwu mulai memanas karena pasukan NICA ketap melakukan patroli ke berbagai tempat dan memancung sejumlah bentrokan dengan pemuda.
Sampai suatu hari, pasukan NICA memasuki masjid dan merobek-robek Al-Qur'an sehingga menimbulkan kemarahannya dan mengirimkan ultimatum kepada komandan pasukan Belanda agar mereka segera meninggalkan wilayah Luwu.
Namun karena peringatan mereka tak diindahkan pihak Belanda, maka para pemuda kemudian melancarkan serangan ke kota Palopo, pusat kedudukan Belanda.
Namun Australia ikut membantu Belanda sehingga mereka berhasil menaklukkan Palopo dan Andi Djemma harus mengungsi. Namun akhirnya ia tertangkap dan kemudian diasingkan ke beberapa tempat.
Andi Djemma dibebaskan dari pengasingan pada 2 Februari 1950 ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.
Andi Djemma mendapatkan piagam penghargaan dari kementerian pertahanan pada 1960 dan penghargaan dari pemerintahan RI satya lencana karya tingkat dua pada tahun 1964 dari pemerintah RI.
Ia meninggal pada 23 Februari 1965 di Makassar dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar dengan upacara militer dan agama serta adat 12 Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan.
Peranan Andi Djemma pada Organisasi NU.
Andi Djemma menjadi Datu Luwu atau Raja Luwu yang menjabat selama dua kali yakni dengan masa jabatan tahun 1901 hingga 1946 dan 1956 hingga 1965 dimana ia mendapatkan gelar Datu Puatta A Patiware.
Sosoknya yang pemberani dan juga dikenal seorang tokoh ulama dan pelopor keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Tanah Luwu, Sulawesi Selatan.
Ia juga dikenal sebagai seorang Datu atau Raja Luwu yang memiliki peran besar dalam memperkenalkan dan mengembangkan NU di wilayah tersebut.
Ketika menjadi penguasa di Kerajaan Luwu, dimana ia dengan gigih menyebarkan paham keagamaan NU di kalangan masyarakat.
Artikel Terkait
Jasa-Jasa Ratu Kalinyamat, Sosok Pahlawan Nasional Perempuan dari Jepara yang Melawan Penjajahan Portugis
Siapa Ida Dewa Agung Jambe? Sosok Pahlawan Nasional dari Klungkung Bali yang Gugur dalam Perang Puputan Melawan Belanda
Siapa Mohammad Tabrani? Sang Pemersatu Bahasa, Pahlawan Nasional dari Pamekasan Madura
Siapa Bataha Santiago? Pahlawan Nasional Pulau Sangihe yang Mengusung Gagasan Banala Pesasumbalaeng
Bura, Pahlawan Jember yang Mati Sadis di Tangan Belanda, Pendekar Bercelurit yang Kebal Senjata hingga Tak Punya Makam
2 Kesaktian Bura, Pendekar Sakti dari Jember yang Tak Mau Disebut Pahlawan, Punya Amalan dari KH Abdul Hamid
Siapa Dokter Soebandi? Pahlawan Jember yang Namanya Abadi, Sahabat Letkol Sroedji yang Segera Bergelar Pahlawan Nasional