Jumat, 3 Juli 2026

Mengenal Sosok Andi Djemma, Raja Luwu Sulawesi Selatan Pelopor Keberadaan Nahdlatul Ulama

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 22 Juli 2024 | 21:16 WIB
Ilustrasi Andi Djemma, Datu Luwu Sulawesi Selatan  (Tangkapan layar YouTube Historia Biography)
Ilustrasi Andi Djemma, Datu Luwu Sulawesi Selatan (Tangkapan layar YouTube Historia Biography)

Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, ia juga menyatakan bergabung menjadi bagian negara dan menolak untuk bekerjasama dengan Neterlands Indies Civil Administration (NICA) yang merupakan pemerintahanan sipil Hindia Belanda.

Sehingga mulai saat itu situasi di Luwu mulai memanas karena pasukan NICA ketap melakukan patroli ke berbagai tempat dan memancung sejumlah bentrokan dengan pemuda.

Baca Juga: Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama

Sampai suatu hari, pasukan NICA memasuki masjid dan merobek-robek Al-Qur'an sehingga menimbulkan kemarahannya dan mengirimkan ultimatum kepada komandan pasukan Belanda agar mereka segera meninggalkan wilayah Luwu.

Namun karena peringatan mereka tak diindahkan pihak Belanda, maka para pemuda kemudian melancarkan serangan ke kota Palopo, pusat kedudukan Belanda.

Namun Australia ikut membantu Belanda sehingga mereka berhasil menaklukkan Palopo dan Andi Djemma harus mengungsi. Namun akhirnya ia tertangkap dan kemudian diasingkan ke beberapa tempat.

Andi Djemma dibebaskan dari pengasingan pada 2 Februari 1950 ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.

Andi Djemma mendapatkan piagam penghargaan dari kementerian pertahanan pada 1960 dan penghargaan dari pemerintahan RI satya lencana karya tingkat dua pada tahun 1964 dari pemerintah RI.

Baca Juga: Siapa M Sroedji? Inilah Sosok Pahlawan Jember yang Pernah Memimpin 5000 Prajurit hingga Jadi Musuh Nomor 1 Belanda

Ia meninggal pada 23 Februari 1965 di Makassar dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar dengan upacara militer dan agama serta adat 12 Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan.

Peranan Andi Djemma pada Organisasi NU.

Andi Djemma menjadi Datu Luwu atau Raja Luwu yang menjabat selama dua kali yakni dengan masa jabatan tahun 1901 hingga 1946 dan 1956 hingga 1965 dimana ia mendapatkan gelar Datu Puatta A Patiware.

Sosoknya yang pemberani dan juga dikenal seorang tokoh ulama dan pelopor keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Tanah Luwu, Sulawesi Selatan. 

Ia juga dikenal sebagai seorang Datu atau Raja Luwu yang memiliki peran besar dalam memperkenalkan dan mengembangkan NU di wilayah tersebut.

Ketika menjadi penguasa di Kerajaan Luwu, dimana ia dengan gigih menyebarkan paham keagamaan NU di kalangan masyarakat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Kanal YouTube Historia Biography

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X