SketsaNusantara.id - Warga Nganjuk pasti sudah tidak asing lagi dengan keberadaan kesenian satu ini.
Dikenal dengan nama Tari Tayub. Berkaitan pula dengan sebuah padepokan unik yang ada di sana.
Adapun sejarah Tari Tayub ini memiliki makna mendalam, konon berkaitan dengan zaman Sunan Kalijaga. Bahkan sampai sekarang masih menjadi kesenian yang melekat bagi warga Nganjuk.
Jika dibedah dari namanya, Tari Tayub mengandung arti 'ditata dan diguyub'. Diciptakan untuk mempererat hubungan sosial.
Selain itu juga untuk menciptakan suasana kebersamaan di antara anggota masyarakat Nganjuk.
Sejarah lain mengatakan bahwa tari ini sudah ada sejak zaman Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga merupakan salah satu sosok dalam deretan Wali Songo.
Pada masa Sunan Kalijaga, awalnya tarian ini digunakan untuk mengucapkan rasa terimakasih kepada Dewi Sri.
Dewi Sri merupakan sosok dewi kesuburan bagi masyarakat Nganjuk yang memeluk kepercayaan tertentu pada waktu itu.
Mereka berharap agar bisa meraih hasil panen yang melimpah. Mengutip dari tayangan YouTube Seni Budaya, busana dari tarian ini juga autentik.
Untuk para penari perempuan biasanya menggunakan kebaya, kemben, kain panjang, dan sampur.
Tak lupa, mereka menghiasi diri dengan aksesoris. Seperti sanggul, perhiasan, dan bunga-bunga yang cantik.