jelajah

Janger Banyuwangi, Akulturasi Seni dan Budaya Jawa, Osing hingga Bali serta Keterkaitan Minak Jinggo dan Damarwulan

Sabtu, 20 Juli 2024 | 14:00 WIB
Penampakan layar dalam pertunjukan Janger Banyuwangi (Tangkapan layar YouTube BRIN Indonesia)

 

SketsaNusantara.id - Seni pertunjukan teater di Indonesia memiliki perjalanan panjang yang dimulai sejak abad ke-9 Masehi.

Salah satunya adalah Janger Banyuwangi yang masih eksis hingga saat ini.

Janger Banyuwangi menjadi salah satu kesenian rakyat kebanggaan masyarakat Banyuwangi.

Baca Juga: Cuman di Banyuwangi, Ada Tradisi Berdandan Seperti Kerbau Tiap Malam 10 Suro: Kebo-keboan Upacara Syukuran Hasil Panen

Bahkan pada tahun 2018, Janger Banyuwangi ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia oleh pemerintah.

Menurut peneliti tradisi lisan, Heru P Saputra, Janger adalah salah satu kesenian yang cukup merepresentasikan Banyuwangi seperti dikutip SketsaNusantara.id dari channel YouTube BRIN Indonesia.

Tak hanya itu, Janger Banyuwangi juga menjadi salah satu kesenian hasil akulturas 3 Budaya, Jawa, Osing dan Bali.

Baca Juga: 12 Titik Lemah Abang Warisan Syekh Siti Jenar dari Banten hingga Banyuwangi, Pusat Gerakan Islam Progresif

“Perpaduan elemen-elemen kesenian Using, Jawa, Bali,” ucap Supartu, seniman Banyuwangi dalam video yang sama.

Sementara itu, dikutip dari situs Warisan Budaya Kemendikbud, gamelan, kostum dan gerak tari pada Janger Banyuwangi mengambil budaya Bali. 

Sedangkan unsur bahasa, tembang, dialog hingga nyanyian berasal dari suku Jawa.

Baca Juga: Dibuat untuk Meracuni Wali Songo? Inilah Docang Makanan Khas Kota Cirebon yang Jadi Warisan Budaya

Dan bahasa pengantar yang digunakan yakni bahasa Osing yang asli Banyuwangi.

Halaman:

Tags

Terkini