Selain dipercaya sebagai ‘penjaga’ Kepulauan Karimunjawa dari gangguan-gangguan, kayu dari tanaman ini juga diyakini bisa mengobati sendang mondah atau panas sawan pada anak kecil.
Sementara dalam buku karangan HR Hutapea, Inventaris Tanaman Obat Indonesia terbitan Departemen Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, daun Dewadaru merupakan obat tradisional untuk mengobati mencret.
Tanaman Dewadaru juga memiliki wangi yang harum hingga sering dijadikan sebagai sarana untuk mencapai kesempurnaan para penggiat ilmu kanuragan.
Bahkan banyak yang menyakini Dewadaru memiliki khasiat spriritual seperti penambah kharisma dan pengusir gangguan gaib.
Nilai-nilai keramat tersebut juga melahirkan larangan bagi masyarakat dan pengunjung Kepulauan Karimunjawa.
Tanaman ini dilarang dibawa keluar dari Kepulauan Karimunjawa karena dapat mendatangkan musibah.***