Pada masa itu, kondisi masyarakat begitu sengsara dan hidup dalam kemiskinan serta mereka tidak sanggup untuk membeli beras.
Baca Juga: 107 Guru Honorer Diberhentikan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Berikan Solusi Agar Tetap Bekerja
Sejak saat itulah nasi tiwul dipilih sebagai pengganti beras untuk bisa dimakan.
Fakta menarik pada kuliner tiwul ini salah satunya yakni komposisi tiwul yang mirip dengan beras.
Baik beras ataupun singkong sama-sama mengandung banyak karbohidrat dan vitamin, namun singkong mempunyai banyak kalori yang lebih sedikit dan seratnya juga lebih banyak.
Selain itu, nasi tiwul juga memiliki nutrisi penting lainnya seperti vitamin C, kalsium, zat besi, protein, hingga fosfor.
Bagi penderita diabetes, kolesterol dan obesitas sangat disarankan untuk mengkonsumsi nasi tiwul karena kandungan gulanya yang cukup rendah.
Saat menikmati nasi tiwul, pastikan untuk memakannya bersama dengan sayuran dan lauk pauk agar menjaga asupan gizi agar tetap seimbang.
Tetapi di masa sekarang, makanan khas Jawa ini semakin sulit untuk didapatkan dan mulai hilang keberadaannya karena tergerus dengan berbagai makanan modern yang masuk.***