jelajah

Dekat Kuburan Belanda, Pasar Beringharjo Yogyakarta Dulunya Cuma Lahan di Antara 4 Wilayah Keraton, Apa saja?

Minggu, 14 Juli 2024 | 20:02 WIB
Kawasan Malioboro Yogyakarta, tempat Pasar Beringharjo berdiri. (Pexels.com/Andrian Nugroho)

SketsaNusantara.id - Pasar Beringharjo terletak di kawasan Jalan Malioboro yang sangat strategis menyedot wisatawan.

Bangunan khas pasar ini seolah menyampaikan pesan dari masa silam tentang sejarah geliat sosial ekonomi warga Kesultanan Yogyakarta di era Kolonialisme Belanda.

Sebelum dikenal dengan nama Pasar Beringharjo, tempat ini mulanya cuma disebut Pasar Gedhe Loring Loji.

Baca Juga: Nama Asli Pasar Beringharjo Yogyakarta, Diubah karena Kebijakan Sultan HB IX

Dari zaman dulu hingga sekarang, pasar ini merupakan induk pasar Kota Yogyakarta yang menjadi tumpuan ekonomi para pedagang di wilayah tersebut.

Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Yogyakarta Tempo Doeloe (2000) karya Arwan Tuti Artha, pasar ini awalnya adalah daerah lapangan yang luas.

Di lapangan tersebut, perlahan-lahan orang berdatangan mendirikan bangunan los sekadarnya untuk berjualan.

Baca Juga: Tahun 1926 Jadi Pasar Terindah di Pulau Jawa, Kini Bersaing dengan Gedung-Gedung Modern

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa pasar ini dulunya dibangun berdekatan dengan kuburan orang-orang Belanda.

Bahkan, tanah pekuburan itu usianya lebih tua dari pemakaman yang berada di area yang sekarang dikenal sebagai Purawisata.

Sekarang, pemakaman Belanda dekat pasar tradisional itu sudah tak berbekas, tertutupi bangunan gedung bertingkat untuk gudang dan kantor.

Baca Juga: Uniknya Hanya Ada 2 Menu Saja, Warung Mie Mblusuk di Tengah Pasar Kota Malang Ini Viral dan Ramai Banget

Di masa abad 17, Keraton Yogyakarta menrapkan tata ruang kota dengan pembagian 4 wilayah.

Wilayah-wilayah itu antara lain Kutonegoro, Negoro Agung, Monconegoro, dan Negoro Agung.

Halaman:

Tags

Terkini