Selanjutnya, orang yang akan menikmati ketan dan daging yang merupakan simbol kebaikan, maka dia harus bisa membuka pembungkus dan mengeluarkan tusuk bambunya.
Hal tersebut memiliki arti bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup, seseorang harus memiliki prinsip agar bisa membuka penghalang dan menyingkirkan sifat-sifat negatif.
Lemper yang berisi ketan juga diibaratkan sebagai kehidupan yang ada di dunia dan dapat dinikmati setelah menghilangkan hal negatif, namun kebahagiaan akhirat tetap menjadi tujuan akhir yang harus dikejar.***