jelajah

Sering Dianggap Sepele, Makanan Rakyat Sejak Zaman Jawa Kuno Ini Justru Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya

Senin, 8 Juli 2024 | 14:18 WIB
Sering disepelekan karena dianggap makanan rakyat yang murah, tempe ternyata sudah ada sejak zaman Jawa Kuno. (Freepik/EyeEm)

SketsaNusantara.id- Orang Indonesia, khususnya yang tinggal di Tanah Jawa, pasti mengetahui dan pernah merasakan makanan rakyat ini.

Ya, tempe! Tempe merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang menjadi menu keseharian sebagai lauk pendamping nasi.

Siapa sangka, walau sering disepelekan karena harganya yang murah dan sianggap sebagai makanan rakyat kelas bawah, tempe mulai mendunia.

Baca Juga: Berdiri Kokoh Selama Ratusan Tahun, Sejarah Panjang Masjid Raya Baiturrahman Aceh Ini Gak Main-main

Di berbagai belahan dunia, misalnya Asia Timur dan Eropa, dengan mudah kita bisa menemukan tempe di berbagai toko asia yang ada di sana.

Bahkan, siapa sangka, saat ini pemerintah sedang mengajukan tempe sebagai warisan budaya tak benda untuk kemanusiaan ke UNESCO.

Yang menarik, tempe juga menjadi saksi sejarah peradaban nusantara, karena ada sejak era Jawa Kuno.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Sultan Hamengkubuwono VII, Pewarisan Takhta Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah Kesultanan Yogyakarta

Kandungan Tempe

Tempe merupakan makanan olahan khas nusantara yang berasal dari kedelai yang difermentasikan.

Biasanya tempe dibuat dengan menggunakan bungkus daun waru, daun pisang dan plastik di era modern sekarang.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Indonesia.go.id, tempe memiliki banyak keunggulan yang bermanfaat bagi tubuh.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Bubur Suro, Wasilah Nabi Nuh Sebagai Penyatu Perbedaan Perspektif Serta Filosofi dalam Tradisi Islam dan Jawa

Tempe memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah lemak jenuh dan kolestrol, rendah gula alami, mengandung kalsium, zat besi, seng, vitamin B12, dan senyawa antikanker isoflavon.

Halaman:

Tags

Terkini