Minggu, 19 Juli 2026

Sering Dianggap Sepele, Makanan Rakyat Sejak Zaman Jawa Kuno Ini Justru Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya

Photo Author
Gogot Cahyo Baskoro, Sketsa Nusantara
- Senin, 8 Juli 2024 | 14:18 WIB
Sering disepelekan karena dianggap makanan rakyat yang murah, tempe ternyata sudah ada sejak zaman Jawa Kuno. (Freepik/EyeEm)
Sering disepelekan karena dianggap makanan rakyat yang murah, tempe ternyata sudah ada sejak zaman Jawa Kuno. (Freepik/EyeEm)

Bagi mereka yang vegetarian, dengan kandungan tersebut, tempe bisa dijadikan makanan pengganti daging.

Tak itu saja, bila ditilik dari proses produksinya, tempe juga dinilai ldebih ramah lingkungan ketimbang daging.

Baca Juga: Kenapa Awal Tahun Jawa dan Islam Sama? Sejarah Bulan Suro yang Dianggap Keramat Masyarakat Jawa dan Muharram di Kalender Hijriah

Kandungan probiotik yang berada di dalam tempe, bisa dikatakan cenderung mengungguli susu. Sehingga, tempe bisa dikonsumsi siapa saja, termasuk balita dan anak-anak yang karena alasan tertentu tidak boleh mengkonsumsi susu.

Harga tempe yang jauh lebih murah dibandingkan susu juga membuat makanan tradisional ini terjangkau seluruh lapisan masyarakat

Sejarah Tempe pada Jawa Kuno 

Menariknya lagi, tempe diyakini merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang sudah ada sejak zaman Jawa Kuno.

Baca Juga: Penemuan Prasasti Lumbung Bukti Peradaban Sejarah Jember Sangat Tua, Tapi Bikin Pusing Para Arkeolog, Mengapa?!

Sejak beratus tahun yang lalu, tempe sudah banyak dikenal oleh masyarakat Jawa, utamanya di Yogyakarta dan Surakarta.

Hal ini jelas tertulis dalam Serat Centhini, yang merupakan karya sastra 12 jilid dan diedit pada 1815.

Serat Centhini mengisahkan pengembaraan dari tiga anak Sunan Giri Prapen, setelah meninggalkan Giri, Gresik, Jawa Timur.

Baca Juga: Jauh Sebelum Era Wali Songo, Fatimah Binti Maimun, Bukti Keterlibatan Perempuan dalam Sejarah Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa?

Berdasarkan tulisan di dalam serat Centhini, bisa disimpulkan bahwa masyarakat Jawa pada abad ke-16 telah mengenal tempe.

Tempe disebutkan sebagai hidangan bernama jae santen tempe (masakan tempe dengan olahan santan dan bumbu jahe) dan kadhele tempe srundengan (olahan tempe ditaburi olahan parutan kelapa).

Kata “tempe” diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Era masyarakat Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi.

Halaman:

Editor: Gogot Cahyo Baskoro

Sumber: Indonesia.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X