Dalam sejarahnya, Sultan Agung juga memiliki peran dalam ‘Islamisasi Jawa’, salah satunya dalam kebangkitan Sastra Islam Kejawen.
Menurut pakar Sastra Jawa, Prof. Dr. Simuh, Sastra Islam Kejawen didominasi dengan ajaran Islam seperti sufistik dan tasawuf.
Sultan Agung juga disebut-sebut sebagai peletak pondasi kejawen muslim yang melahirkan upacara hingga tradisi pada hari-hari penting.
Beberapa tradisi yang dilakukan penganut kepercayaan Kejawen antara lain upacara kelahiran, upacara pernikahan (mantenan), Muludan hingga Sekaten.***