Bupati Ponorogo memberikan Kebo Bule kepada Pakuwubono II lantaran berhasil merebut kembali Keraton Kartasura dari pemberontak Pecinan.
Selain itu, Kebo Bule menjadi pengawal pusaka Kyai Slamet yang menjadi tradisi sejak kepemimpinan Pakubuwono X.
Kisah sejarah menuliskan bahwa pusaka Kyai Slamet yang berbentuk tombak sering dibawa keliling tembok Baluwarti oleh Pakubuwono X.
Setiap hari Selasa dan Jumat Kliwon Pakubuwono X membawa pusaka Kyai Slamet untuk berkeliling.
Di waktu yang bersamaan saat berkeliling, Kebo Bule selalu mengikuti di belakang.
Hal ini menjadi rutinitas Pakubuwono X dan ini menjadi alasan mengapa kerbau tersebut diberi nama Kebo Bule Kyai Slamet.
Karena Kebo Bule selalu mengikuti atau ikut di belakang pusaka tombak Kyai Slamet.
Kebiasaan Pakubuwono X ini lantas dijadikan sebagai tradisi Keraton Kasunanan Surakarta sampai saat ini.
Kebo Bule Kyai Slamet dinilai istimewa untuk menjadi tokoh utama dalam kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta.
Alasannya karena Kebo Bule dianggap hewan keramat dan dipercaya bisa membawa berkah untuk masyarakat Solo.
Saat prosesi Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta berlangsung, banyak warga dan masyarakat sekitar ikut menyaksikan.