Saat mengitari benteng sejauh 5 km ini, tidak ada yang boleh berbicara layaknya orang yang sedang bertapa hingga akhirnya disebut Tapa Bisu atau Topo Biru.
2. Gregeb Suro, Surakarta
Lain lagi dengan Keraton Surakarta atau Keraton Solo yang menggelar Gregeg Suro pada Malam 1 Suro.
Dalam ritual ini, pusaka keraton dikirab dengan dipimpin oleh sekawanan kerbau berwarna putih kemerahan yang dikenal sebagai Kebo Bule.
Kebo Bule dianggap sebagai pusaka keraton yang bernyawa.
3. Ritual Gunung Lawu
Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini merupakan salah satu gunung yang dianggap sakral sejak zaman Kerajaan Majapahit.
Pada Malam 1 Suro banyak masyrakat yang mendaki gunung ini untuk melakukan ritual seperti bertapa, meditasi hingga menyembelih ayam cemani.
4. Baritan, Lereng Gunung Lawu
Baritan adalah tradisi Malam 1 Suro yang digelar yang tinggal di lereng Gunung Lawu sebagai salah satu ritual tolak bala.
Pada Malam 1 Suro, masyarakat akan menggelar makan bersama atau selamatan beralaskan takir atau piring dari daun pisang.
5. Ruwat Agung Nuswantoro, Mojokerto