jelajah

Mengapa Disebut Bulan Suro? Menelusuri Makna, Sejarah, dan Kaitannya dengan Tahun Baru Jawa

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:00 WIB
Malam 1 Suro. (Pexels/Martin Marthadinata)

SketsaNusantara.id - Bulan Suro menjadi salah satu periode yang paling dikenal dalam tradisi masyarakat Jawa.

Nama bulan ini sering dikaitkan dengan malam 1 Suro, berbagai ritual budaya, hingga sejumlah tradisi yang masih bertahan sampai sekarang.

Meski demikian, tidak semua orang memahami arti sebenarnya dari kata Suro. Banyak masyarakat mengenal berbagai tradisi yang menyertainya, tetapi belum mengetahui asal-usul nama tersebut.

Baca Juga: 7 Fakta Kirab 1 Suro Keraton Surakarta, Tradisi Sambut Tahun Baru Jawa, Ada Kebo Bule yang Jadi Daya Tarik Tersendiri

Padahal, kata Suro memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan budaya Jawa dan penyebaran Islam di Nusantara. Nama ini menjadi bagian penting dalam sistem penanggalan Jawa yang masih digunakan hingga kini.

Apa Arti Kata Suro?

Kata Suro berasal dari kata "Asyura" dalam bahasa Arab. Istilah tersebut merujuk pada hari kesepuluh bulan Muharam dalam kalender Hijriah.

Dalam perkembangannya, pelafalan Asyura mengalami penyesuaian di lingkungan masyarakat Jawa. Seiring waktu, kata tersebut kemudian dikenal luas sebagai Suro.

Baca Juga: Bukan Kerbau Biasa, Ini Asal Usul Kebo Bule yang Menjadi Ikon Kirab 1 Suro Keraton Surakarta, ‘Pengawal Pusaka kyai Slamet’

Karena itu, bulan Suro dalam kalender Jawa memiliki keterkaitan dengan bulan Muharam dalam kalender Islam. Keduanya sama-sama menandai awal tahun dalam sistem penanggalan masing-masing.

Hubungan Suro dengan Kalender Jawa

Kalender Jawa yang digunakan saat ini merupakan hasil perpaduan unsur budaya Jawa dan Islam. Sistem tersebut diperkenalkan pada masa pemerintahan Sultan Agung Mataram pada abad ke-17.

Sultan Agung melakukan penyesuaian terhadap sistem penanggalan yang sebelumnya digunakan masyarakat Jawa. Penanggalan baru tetap mempertahankan unsur budaya lokal, tetapi menggunakan perhitungan bulan seperti kalender Hijriah.

Dalam sistem tersebut, bulan Suro ditempatkan sebagai bulan pertama dalam kalender Jawa. Posisinya sama dengan Muharam yang menjadi bulan pertama dalam kalender Islam.

Halaman:

Tags

Terkini