jelajah

Ledakan Dahsyat di Papua Jadi Sorotan Media Asing, Begini Jejak Historis Perang Dunia II di Pulau Biak yang Pernah Jadi Markas Pertahanan Jepang

Senin, 1 Juni 2026 | 14:00 WIB
Potret amunisi bom sisa Perang Dunia II yang ditemukan di Pulau Biak pasca terjadi ledakan di kawasan kompleks perikanan dekat pesisir pantai (X/NaraSenyap)

SketsaNusantara.id - Linimasa media sosial belakangan ini dihebohkan dengan peristiwa ledakan dahsyat di kawasan pemukiman penduduk, tepatnya di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Ledakan terjadi pada hari Minggu, 31 Mei 2026 yang sempat terekam kamera CCTV di area Pelabuhan dan suara dentumannya terdengar dari jauh hingga radius beberapa kilometer.

Gelombang kejut ledakan meratakan sekitar 6 hingga 10 rumah panggung semipermanen di sekitat lokasi dalam hitungan detik. hingga dilaporkan 5 orang meninggal dunia, sementara 3 korban lainnya hilang dan masih dalam pencarian.

Tragedi ini tak hanya menjadi pusat perhatian dan ramai jadi perbincangan masyarakat di Indonesia, tetapi juga jadi sorotan media asing. Ucapan belasungkawa pun berseliweran di media sosial, meski kejadian ini tak sedikit pula yang memantik rasa penasaran publik mengenai jejak historis di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Detik-Detik Terjadi Ledakan di Biak Numfor Papua, Diduga Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Area Pemukiman Warga, Begini Kronologinya

Salah satu warganet yang tinggal di Papua mengungkap fakta bahwa di beberapa daerah termasuk Pulau Biak ternyata menyimpan jejak historis Perang Dunia II.

"Kami di wilayah Papua banyak amunisi dan bom aktif sisa Perang Dunia ke-2 yang masih tertimbun di dalam tanah khususnya di daerah yang dulunya menjadi pangkalan militer besar seperti Biak, Jayapura, dan Sarmi," tulis salah satu warganet pemilik akun Instagram @saya.george pada hari Minggu, 31 Mei 2026.

Akun tersebut menjelaskan bahwa Papua dulunya merupakan medan pertempuran sengit pada masa perang dunia ke-2 antara pasukan Sekutu (Amerika Serikat) dan tentara Jepang pada tahun 1944.

Tak heran jika masih ditemukan sisa-sisa amunisi termasuk bom sisa Perang Dunia II di wilayah tersebut dan ternyata masih menyimpan daya ledak tinggi.

Baca Juga: Ledakan Amunisi Menelan Korban Jiwa di Garut, Ini Prosedur Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai Berdasarkan Juklak Kementerian Pertahanan RI

"Sekalipun mortir, granat, dan proyektil peluru itu sudah terkubur puluhan tahun, tapi harus diketahui bahwa sebagian besar amunisi ini masih memiliki daya ledak tinggi dan sangat berbahaya," ujarnya.

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Arkeologi Oxford, dijelaskan bahwa Biak menjadi lokasi strategis militer Jepang karena punya posisi penting di Teluk Cenderawasih dan jalur menuju Filipina serta Pasifik Barat.

Letaknya strategis menjadi alasan Biak dijadikan Markas Pertahanan Jepang. Militer Jepang membangun banyak pangkalan udara, bunker, gudang amunisi, hingga pertahanan bawah tanah.

Dulu, Biak merupakan markas pertahanan udara utama Kekaisaran Jepang di Pasifik Selatan dengan kekuatan lebih dari 10.000 prajurit.

Halaman:

Tags

Terkini