jelajah

Di Balik Hidangan Sultan Yogyakarta, Ada Pawon Prabeya dan Lodeh Kluwih yang Jadi Lambang Kesederhanaan dan Kuasa

Selasa, 12 Mei 2026 | 17:00 WIB
Para abdi dalem di Keraton Yogyakarta. (Kratonjogja.id)

Setelah matang, seluruh makanan disusun di tempat penyajian khusus sebelum dibawa ke Keraton Kilen. Nasi ditempatkan di piring oval besar yang disebut panjang.

Sementara sayur ditempatkan di mangkuk besar bertutup yang disebut besi. Lauk dan makanan pendamping lainnya disajikan di piring berukuran lebih kecil.

Menjelang pukul 11.00 WIB, seluruh hidangan dimasukkan ke dalam kotak kayu bernama jodhang. Susunan makanan di dalam jodhang diatur dengan urutan tertentu.

Nasi ditempatkan lebih dulu, kemudian sayur, lauk, dan makanan pendamping lainnya. Setelah itu, jodhang dipikul dua Abdi Dalem Gladhag menuju Keraton Kilen.

Sepanjang perjalanan, jodhang dipayungi songsong berwarna kuning keemasan oleh Abdi Dalem Keparak. Warna kuning tersebut melambangkan kekuasaan dan kehormatan Sultan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Kratonjogja.id, penggunaan jodhang dimaksudkan agar Dhahar Dalem terlindung dari debu maupun hal-hal lain yang tidak diinginkan.”

Lodeh Kluwih dipilih menjadi menu wajib bukan tanpa alasan. Dalam tradisi Jawa, sayur lodeh dikenal sebagai masakan yang dapat dimasak seluruh kalangan masyarakat.

Masakan tersebut kemudian menjadi simbol kesederhanaan karena bahan dan proses pembuatannya dianggap dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

Selain itu, buah kluwih memiliki makna khusus dalam berbagai ritual adat Jawa. Daunnya yang lebar dan berbentuk jari dianggap melambangkan pengayoman.

Buah kluwih juga disebut sebagai simbol woh kang linuwih atau buah yang memiliki kelebihan. Beton kluwih yang besar dan gurih melambangkan kekuatan dan kenikmatan.

Makna kesederhanaan, pengayoman, kekuatan, serta ditambah rasa yang nikmat membuat Lodeh Kluwih diakui pantas menjadi santapan Sultan.

Tradisi memasak di Pawon Prabeya hingga kini masih terus dijaga sebagai bagian dari warisan budaya Keraton Yogyakarta.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini