Bahan utama dari Wayang Suket adalah rumput langka yang bernama Rumput Kasuran.
Nama “Kasuran” diambil dari bulan dalam sistem Kalender Jawa yakni Sura atau Suro yang merupakan bulan tumbuhnya rumput yang digunakan dalam pembuatan Wayang Suket ini.
Rumput jenis ini digunakan karena kuat serta memiliki serat dan batang yang lentur sehingga tidak mudah putus.
3. Memiliki Ciri Khas
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Wayang Suket memiliki ciri khas tersendiri.
Ciri-ciri dari wayang ini adalah memiliki bentuk anyaman yang halus, rapi, dan teratur. Ciri ini terlihat pada bagian-bagian wayang yang sesuai dengan bentuk aslinya.
Selain itu, ornamen yang ada pada Wayang Suket juga sesuai dengan wayang yang menjadi patokannya.
Ciri lainnya adalah ukuran dari Wayang Suket sama dengan ukuran wayang kulit Purwa pada umumnya.
4. Terdiri dari 4 Teknik Dasar Anyaman
Proses pembuatan Wayang Suket terdiri dari 4 bentuk anyaman, yakni anyaman gedheg, kelabangan, tikaran dan sarang lebah.
Teknik anyaman tersebut membentuk 3 bagian Wayang Suket yang terdiri dari bagian atas atau kepala, bagian tengah atau badan, serta bagian bawah atau busana.
5. Mengandung Nilai-Nilai Budaya
Wayang Suket tidak hanya mengandung nilai estetika, melainkan juga memiliki nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Nilai-nilai tersebut adalah ketelatenan, kesabaran, dan keuletan yang terbentuk dalam diri seseorang berdasarkan pada olah rasa dan olah jiwa.
Selain itu proses pembuatan Wayang Suket yang masih menggunakan jari secara tradisional menggambarkan tujuan hidup tentang kebenaran sejati.***