jelajah

5 Fakta Pasar Ardirejo Situbondo dari Sejarah 1980-an, Julukan Pasar Senggol, hingga Jumlah Kios Pagi dan Sore

Sabtu, 28 Juni 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi pasar tradisional di Jawa Timur. (Pexels/Kirandeep Singh Walia)

SketsaNusantara.id - Pasar tradisional masih menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

Salah satunya adalah Pasar Ardirejo di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Tak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi kebutuhan pokok, pasar ini juga menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.

Terletak di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Pasar Ardirejo juga dikenal luas oleh warga lokal dengan nama Pasar Senggol.

Baca Juga: Casa Grata Tembus Ekspor ke Singapura, BRI Buktikan UMKM Lokal Mampu Bersaing di Pasar Global

Keberadaan pasar ini telah berlangsung sejak tahun 1980-an dan tetap hidup hingga kini. Meski zaman telah berubah, denyut aktivitas ekonomi rakyat tetap terasa di setiap los dan kiosnya.

Berikut ini SketsaNusantara.id merangkum 5 fakta penting dan menarik tentang pasar tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Situbondo, sebagaimana dikutip dari Siskaperbapo.jatimprov.go.id

1. Sudah Ada sejak Tahun 1980-an, Kini Dikelola Pemerintah

Pasar Ardirejo bukan pasar baru. Berdiri sejak tahun 1980-an, pasar ini telah melayani kebutuhan warga selama lebih dari 4 dekade.

Baca Juga: Dibangun 1990 dan Punya 185 Los, Inilah 7 Fakta Menarik Pasar Kronong Kota Probolinggo

Sejak tahun 2016, pengelolaannya secara resmi berada di bawah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Situbondo melalui Peraturan Bupati Nomor 75 Tahun 2016. Kemudian, pada 2022, pengelolaan pasar dialihkan ke Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo.

2. Punya 2 Nama: Pasar Ardirejo dan Pasar Senggol

Selain nama resminya, masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya sebagai Pasar Senggol. Julukan ini mungkin muncul karena suasana padat dan sempit khas pasar tradisional, di mana pembeli kerap “bersenggolan” saat berbelanja, terutama pada jam-jam ramai.

Baca Juga: Pasar Tua di Rungkut Surabaya yang Masih Jadi Andalan Warga, Punya 429 Pedagang Aktif dan Operasional 18 Jam Sehari, Seperti Apa Isinya?

3. Dibuka 2 Kali Sehari: Pagi dan Sore

Halaman:

Tags

Terkini