jelajah

Berdiri Sejak 1927, Gereja Tertua di Jember Ini Jadi Simbol Toleransi Antar Umat Beragama, Konon Dulu Pernah Direbut Jadi Markas Tentara Jepang

Minggu, 1 Juni 2025 | 20:25 WIB
Potret Gereja Santo Yusup, tempat peribadatan umat Katolik di Jember yang berdiri kokoh sejak 1927 dan menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Bumi Pndhalungan (Instagram/santoyusupjember)

Pastor dan suster Gereja Santo Yusup pernah ramai jadi sorotan saat membagikan alas koran pada umat muslim yang hendak melaksanakan sholat Idul Fitri.

Baca Juga: Tragis, Kerajaan Katolik Pertama di Nusantara Dihancurkan Belanda, Wariskan Adat dan Tradisi dari Kaki Gunung Ile Mandiri

Tak hanya itu, setelah selesai sholat ied, Gereja Santo Yusup juga ikut bersilaturahmi dengan masyarakat muslim, saling bermaafan di momen Lebaran.

Kegiatan ini mencerminkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang sangat baik di Bumi Pandhalungan.

Gereja ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Katolik, tetapi juga sering menerima tamu dari berbagai latar belakang agama, termasuk umat Muslim yang ingin mengetahui sejarah berdirinya salah satu bangunan tertua di Jember ini.

Baca Juga: Inilah Bioskop Tertua di Jember, Dibangun Tahun 1940-an, Sempat Ditentang Soekarno, Riwayatnya Kini Mengenaskan

Gereja Santo Yusup juga aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial, termasuk pendirian lembaga pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terbuka untuk semua umat manusia, tanpa membedakan agama, suku, maupun ras.

Gereja Katolik tertua di Jember bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga jadi simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.

Dengan arsitektur yang khas dan peran aktif dalam masyarakat, gereja ini terus menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual dan sosial di Jember.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini