jelajah

Berdiri Sejak 1927, Gereja Tertua di Jember Ini Jadi Simbol Toleransi Antar Umat Beragama, Konon Dulu Pernah Direbut Jadi Markas Tentara Jepang

Minggu, 1 Juni 2025 | 20:25 WIB
Potret Gereja Santo Yusup, tempat peribadatan umat Katolik di Jember yang berdiri kokoh sejak 1927 dan menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Bumi Pndhalungan (Instagram/santoyusupjember)

SketsaNusantara.id - Terdapat gereja tertua di Kabupaten Jember yang menjadi saksi bisu perjalanan zaman.

Gereja Santo Yusup menjadi tempat ibadah tertua dan masih aktif hingga kini meski usianya hampir satu abad.

Berdiri sejak tahun 1927, Gereja Santo Yusup tetap kokoh berdiri dengan nuansa arsitektur klasik yang masih dipertahankan.

Baca Juga: Sejak 1980-an, Bangunan di Jember ini Jadi Penjaga Warisan Budaya dan Pusat Edukasi, Tak Hanya Menyimpan Sejarah

Hingga saat ini, gereja tersebut menjadi simbol keteguhan iman dan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat Jember.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @pariwisatajember, Gereja Katolik Santo Yusup di Jember terletak di Jalan R.A. Kartini No. 26, Kecamatan Kaliwates, Kebupaten Jember, Jawa Timur.

Pembangunan Gereja Santo Yusup dimulai dengan peletakan batu pertama pada 16 Juli 1927 oleh Pastor Clemens Van Der Pas O.Carm.

Bangunan ini kemudian diresmikan pada 11 Maret 1928 dengan pemberkatan oleh Pastor Clemens yang saat itu telah menjadi Monsignor.

Baca Juga: Dulu Bangunan Militer, Kini Menjadi Gedung Mall Terkenal di Jember, Keberadaan Brigif Raider 9/Kostrad yang Pernah Berdiri di Atas Tanah Lippo Plaza

Gereja ini awalnya dibangun sebagai sarana peribadatan bagi umat Katolik, terutama komunitas Belanda yang menetap di Jember pada masa kolonial.

Kala itu, banyak dijumpai penganut Katolik tersebar di berbagai wilayah di Jember.

Kebanyakan adalah para pekerja perkebunan yang berkebangsaan Inggris, Belgia, Amerika dan Jerman.

Baca Juga: 5 Fakta Gereja Tertua di Jawa Timur, Berada di Kota Santri hingga Punya Lonceng dari Ratu Wilhelmina Belanda

Selain itu, banyak pula umat Katolik asal Mendut, Jawa Tengah yang bermukim di daerah Sukoreno.

Halaman:

Tags

Terkini