2. Masakan Ikan
Sebagai negara kepulauan, ikan memang jadi salah satu mata pencaharian masyarakat Nusantara sejak dulu kala.
Terdapat ilustrasi nelayan yang terpahat di relief candi, serta kesaksian banyak orang dari berbagai penjuru tentang wilayah Asia Tenggara yang limpah ruah akan ikan.
Perahu dan alat-alat menangkap ikan seperti mayang dan pukat pun disebutkan di beberapa sumber.
Bila kamu familiar dengan gereh, makanan khas Jawa ini ternyata sudah jadi bagian dari rutinitas rakyat zaman dulu. Ikan-ikan akan diasinkan dan dikeringkan sebelum disantap bersama nasi.
Makanan lain yang masih ada hingga saat ini adalah dendeng. Dendeng bisa diolah dengan rasa yang asin maupun tawar.
3. Hewan Ternak
Bila kita umumnya makan ayam, bebek, sapi, dan kambing saja, santapan rakyat Jawa kuno lebih beraneka ragam dan unik.
Siapa sangka? Mereka dulu sampai makan daging kera dan kura-kura. Daging-daging ini biasanya dimasak bersama sayur, tetapi bisa juga dipanggang.
Akan tetapi, untuk masyarakat yang beragama Hindu, mereka tidak memakan daging sapi. Sebab, sapi merupakan hewan keramat tunggangan Dewa Siwa. Dulu penggantinya menggunakan daging kerbau saja.
4. Sayuran
Dulu, istilah lalapan disebut dengan Rumwahrumwah, dimakan secara mentah atau segar seperti yang tercatat pada Prasasti Jeru-jeru (930 Masehi).
Beberapa prasasti ada juga yang menyebutkan kata gangan atau jangan. Istilah ini diartikan sebagai “sayur”, ya, bukan berupa larangan.
Selain itu, sayur juga dimasak dengan cara direbus atau kuluban dalam bahasa Sunda.
Istilah lain yang disebutkan adalah dudutan, mungkin merujuk pada jenis sayuran yang dipanen dengan cara dicabut (didudut).