SketsaNusantara.id - Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.
Perjuangan dan pemikiran visioner Ki Hajar Dewantara dalam membangun pondasi pendidikan yang merdeka dan berkeadilan selalu menarik untuk dibahas.
Ki Hajar Dewantara dulu pernah jadi santri bahkan mendirikan sekolah Taman Siswa meski ia tak tamat melanjutkan sekolah.
Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga pernah jadi wartawan yang berani menyuarakan kritik hingga diasingkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda
Dalam peringatan Hardiknas 2025, berikut adalah sederet fakta menarik tentang Ki Hajar Dewantara yang patut diketahui dihimpun SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan berbagai sumber.
1. Pernah Jadi Santri
Tak banyak yang tahu, Ki Hajar Dewantara pernah menjadi santri. Selama beberapa tahun, ia mengenyam pendidikan dan belajar agama Islam dengan Kyai Sulaiman Zainuddin di Yogyakarta.
Menariknya, Ki Hajar Dewantara pernah dijuluki "Jemblung Trunogati" selama menjadi santri yang berarti "anak kecil dengan perut buncit".
Meski begitu, ia memiliki pengetahuan luas dan semangat mempelajari agama sebagai bagian penting dari pemikirannya memajukan pendidikan di Indonesia.
2. Melepas Gelar Bangsawan Agar Lebih Dekat dengan Rakyat
Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang terlahir dari keluarga bangsawan Jawa dari kadipaten Pakualam.
Namun, ia melepaskan gelar bangsawannya saat berusia 40 tahun dan mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara yang dikenal hingga kini.