jelajah

Asal-Usul Perayaan Idul Fitri, Tak Lepas Dari Kemenangan Perang Badar dan 2 Perayaan Masyarakat Jahiliyah Ini

Rabu, 2 April 2025 | 20:45 WIB
Ilustrasi perang badar Kemenangannya ditandai dengan Idul Fitri (X @penaikhwan)

 

SketsaNusantara.id - Hari Raya Idul Fitri merupakan satu perayaan yang senantiasa ditunggu oleh umat muslim di dunia.

Hari Raya Idul Fitri sendiri merupakan hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. 

Hari raya ini menandai berakhirnya bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam.

Baca Juga: Muslim, Tapi Gunakan Istilah Hindu dan Buddha Menyebut Surga dan Neraka? Inilah Asal-usul Penyebutan 2 Tempat Abadi Umat Islam Ini

Perayaan yang identik dengan baju baru serta budaya halal bihalal di nusantara itu memiliki sejarah panjang sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Seperti dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari laman NU Online, Idul Fitri dirayakan pertama kali pada tahun ke 2 hijriah.

Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun ke-2 Hijriah setelah umat islam memenangkan perang badar yang diperjuangkan oleh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya.

Baca Juga: Kata Puasa Bukan dari Bahasa Arab? Sejarah dan Asal-usul Kata Puasa, Ada Ratusan Tahun Sebelum Islam

Kemenangan pada perang badar sendiri merupakan perang yang menjadi simbol kemenangan kaum muslim baik secara spiritual dan fisik. 

Secara spiritual sebab kemenangan perang badar bertepatan dengan berakhirnya Ramadhan umat muslim kala itu dan kemenangan fisik karena saat itu juga muslim usai memenangkan perang badar.

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab Jahiliyah telah memiliki 2 tradisi perayaan yang berbeda yakni perayaan Nairuz dan Marjaan.

Baca Juga: Kenapa THR Cair Sebelum Lebaran? Begini Asal Usul Tunjangan Hari Raya yang hanya Ada di Indonesia, Ternyata Ada Sejak Zaman Mataram!

Perayaan Nairuz dan Marjaan ini dijelaskan dalam kitab Risalah Fil Aqaid milik Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari bahwa 2 hari perayaan ini digunakan kaum jahiliyah untuk pesta pora.

Halaman:

Tags

Terkini