Setelah turunnya kewajiban puasa Ramadhan, Rasulullah SAW mengganti Nairuz dan Marjaan dengan hari Idul Fitri dan Idul Adha tepat setelah perang badar berhasil dimenangkan kaum muslimin.
Tujuan Rasullullah SAW melakukan hal itu agar umat islam memiliki tradisi yang sesuai dengan syariat islam.
Baca Juga: Asal-usul Sahur yang Ternyata dari Seorang Buruh Kurma di Zaman Rasulullah SAW
Secara filosofis, Idul Fitri melambangkan kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu.
Idul Fitri juga menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
3 Peristiwa Penting yang Terjadi Pada 17 Ramadhan, Sejarah Islam Mencatat Bukan Hanya Nuzulul Quran, tapi Ada...
Rutin Jelang Hari Suci Nyepi, Intip Sejarah Ogoh-Ogoh yang Jadi Salah Satu Daya Tarik di Pulau Bali, Sudah Ada Sejak Tahun 1983
Mengenal Sejarah dan Jenis Kue Lebaran yang Unik dan Kaya Cita Rasa, Ternyata Punya Makna Khusus
Lokasinya Ada di Depan Alun-Alun, Inilah Sejarah dan Fakta Masjid Jami Al Baitul Amien yang Disebut Sebagai Masjid Tertua di Jember
Punya Sejarah Panjang yang Patut Dikenang, Inilah Arti Nama dan Misi Masjid Jami Al Baitul Amien Sebagai Icon di Kabupaten Jember