Sabtu, 20 Juni 2026

Gus Dur Ungkap Makam Guru Syekh Siti Jenar di Ngawi, Jejak Islam Kejawen yang Terlupakan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 12 Februari 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi, makam Pangeran Herucokro guru Syekh Siti Jenar. (Pexels/Rudolf Jakkel)
Ilustrasi, makam Pangeran Herucokro guru Syekh Siti Jenar. (Pexels/Rudolf Jakkel)

SketsaNusantara.id - Syekh Siti Jenar adalah sosok yang kontroversial dalam sejarah Islam di Nusantara. Ia merupakan sosok yang menggabungkan ajaran tasawuf Ibnu Arabi dengan kebudayaan Jawa.

Salah satu konsep yang dipegangnya adalah "Manunggaling Kawulo Gusti" yang memiliki makna mendalam dalam tradisi Kejawen.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Syekh Siti Jenar memiliki seorang guru yang bernama Pangeran Herucokro.

Baca Juga: Mirip Syekh Siti Jenar, Tokoh Wayang ini Asli Jawa dan Hanya di Yogyakarta: Sakti Tanpa Tanding dan Menolak Kehidupan Duniawi

Bahkan, Gus Dur sendiri pernah berziarah ke makamnya yang terletak di Hutan Ketonggo, sekitar 20 km dari Ngawi, Jawa Timur.

Lokasi makam Pangeran Herucokro berada di tengah hutan, jauh dari jalan besar, tanpa akses aspal yang memadai.

Gus Dur sendiri menggambarkan perjalanannya menuju makam tersebut sebagai perjalanan yang tidak mudah. Namun, sebagai bentuk penghormatan, ia tetap menempuh perjalanan itu hingga tiba di makam sang guru.

Baca Juga: Sholat kok Korupsi? Fahruddin Faiz Jelaskan dari Pandangan Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga

"Guru Syekh Siti Jenar itu namanya Pangeran Herucokro. Pangeran Herucokro ini sekarang dimakamkan di hutan Ketonggo, kira-kira 20 km dari Ngawi (Jawa Timur). Saya sudah pernah ke makamnya, 20 km dari jalan besar. Tidak ada aspalnya," ucap Gus Dur, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Bangkit TV.

Gus Dur menegaskan bahwa Islam Kejawen dan Islam Santri memiliki akar yang sama.

Hanya saja, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam menjalankan ajaran agama.

Baca Juga: Kesesatan Siti Jenar Dibongkar Gus Baha: Ada yang Tidak Disadari Syekh Lemah Abang

Islam Santri lebih mengedepankan aspek syariat, sementara Islam Kejawen banyak dipengaruhi oleh ajaran tasawuf yang disesuaikan dengan budaya lokal.

Sebagai keturunan Sunan Kalijaga dari garis keturunan anak Syekh Siti Jenar, Gus Dur memiliki keterikatan historis dengan kedua tradisi ini.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Bangkit TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X