Tradisi Wulan Kapitu tidak hanya berfungsi sebagai sarana spiritual bagi masyarakat Tengger, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga kelestarian alam sekitar.
Melalui puasa mutih dan meditasi, mereka berusaha menjaga keseimbangan dengan alam, yang diyakini berperan penting dalam kehidupan mereka.
Dengan demikian, pelaksanaan ritual ini tidak hanya mendalam secara religius, tetapi juga berdampak positif bagi pelestarian alam dan kebudayaan lokal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Wisata dengan Milky Way di Lumajang, Bukan Bromo: Cocok buat Destinasi Camping saat Liburan
Nikmati Gunung Sekitaran Bromo dari Cafe di Probolinggo Ini: Free Biaya Masuk, Cocok untuk Nongkrong Saat Liburan
Cabin dan Resto Spot Liburan Baru Sekitar Gunung Bromo Via Probolinggo, Dijamin Bikin Betah
Heboh, Beredar Video Kobaran Api Melahap Kawasan Gunung Bromo, Lagi-Lagi Terjadi Kebakaran di Area Wisata TNBTS, Begini Kondisi Terbaru
Kebakaran Gunung Bromo Kembali Terjadi di Tengah Ritual Yadnya Kasada, Ini Himbauan TNBTS yang Harus Dipatuhi