Kamis, 4 Juni 2026

Apa itu Wulan Kapitu? Tradisi Ritual Suci Masyarakat Tengger Mengakibatkan Pembatasan Akses Wisata ke Gunung Bromo, Ini Maknanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 27 Januari 2025 | 08:30 WIB
Potret pelaksanaan ritual suci Wulan Kapitu, tradisi Suku Tengger yang menutup kawasan wisata Bromo. (Instagram/info_pasuruan)
Potret pelaksanaan ritual suci Wulan Kapitu, tradisi Suku Tengger yang menutup kawasan wisata Bromo. (Instagram/info_pasuruan)

Tradisi ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Pada ritual suci Wulan Kapitu, masyarakat Tengger juga melakukan tapabrata, yang meliputi puasa mutih dan meditasi tanpa tidur.

Masyarakat Tengger menghindari keramaian, tidak menyalakan lampu, serta membatasi aktivitas sehari-hari agar dapat fokus pada proses spiritual mereka.

Ritual puasa mutih, yang menjadi inti dari tradisi ini, melarang konsumsi gula, garam, dan makanan yang dapat menggugah nafsu duniawi.

Baca Juga: Merokat Kenangan, Sebuah Upaya untuk Mengingat dan Belajar Tentang Tradisi Rokat di Kawasan Jember

Tujuannya adalah untuk membersihkan jiwa dan meningkatkan kekuatan spiritual dalam menjaga harmoni dengan alam sekitar.

Ritual ini biasanya berlangsung pada bulan Desember hingga Januari. Pada puncak tradisi Wulan Kapitu, kawasan Gunung Bromo yang merupakan tempat sakral bagi Suku Tengger ditutup sementara untuk umum.

Penutupan kawasan wisata ini dilakukan untuk menghormati adat dan budaya Masyarakat Tengger yang menjalankan ritual memasuki awal dan akhir Wulan Kapitu.

Baca Juga: 6 Tradisi Unik Masyarakat Muslim Indonesia di Bulan Rajab, Salah Satunya Dilakukan Saat Malam Isra Miraj

Gunung Bromo, dengan segala kesakralannya bagi Suku Tengger, menjadi pusat dari upacara ini.

Sebagai tempat yang dianggap sebagai perwujudan Dewa Brahma, Gunung Bromo menjadi simbol kesucian yang harus dijaga dan dihormati.

Oleh karena itu, untuk menghormati pelaksanaan ritual, pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menetapkan penutupan akses wisata.

Baca Juga: Selain Anggur, 4 Makanan Ini Dikonsumsi saat Tradisi Tahun Baru di Sejumlah Negara, Ada Sayuran Lambang Uang

Penutupan tersebut juga bertujuan untuk memastikan suasana yang tenang dan khusyuk selama ritual berlangsung, menghindari gangguan yang dapat merusak kekhusyukan acara.

Penutupan kawasan wisata ini juga berlaku pada puncak ritual, karena kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintas, dan hanya akses darurat yang diizinkan.

Meski demikian, beberapa destinasi lain seperti Ranu Regulo masih tetap dibuka bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Bromo.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @bbtnbromotenggersemeru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X