SketsaNusantara.id - Jika Islam lahir di negara Arab lalu apakah Arab menjadi negara terbesar memeluk Islam? ternyata tidak, karena pada kenyataannya negara dengan populasi muslim tertinggi di dunia adalah Indonesia.
Indonesia sebuah negara kepulauan, rumah bagilebih dari dari 279 juta orang dengan berbagai ragam dan budayanya di mana 86 % merupakan pemeluk Islam.
Lalu bagaimana islam masuk ke Nusantara dan bagaimana kemudian agama baru tersebut berkembang begitu pesat?
Dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Historic Indonesia, ada 3 teori terkait sejarah masuknya islam ke Nusantara.
Teori masuknya islam ke Nusantara
Ada 3 teori masuknya Islam ke Indonesia, yakni:
1. Teori Gujarat
Teori Gujarat didukung oleh Snouck Hurgronye yang menyatakan bahwa islam masuk ke Nusantara sekitar abad ke 13 yang dibawa para pedagang islam dari Gujarat yang merupakan sebuah wilayah dari India.
Dasar teori Gujarat ini didukung oleh beberapa teori yakni:
• Batu Nisan Sultan Malik Al Shaleh, Sultan Samudera Pasai yang meninggal pada tahun 1297.
Batu nisan yang dipakai sebagai penanda makam Sultan Malik Al Shaleh tersebut bercorak Gujarat India sehingga hal ini diyakini oleh para sejarawan sebagai bukti kuat bahwa pengaruh Gujarat telah ada di Aceh.
• Catatan Marcopolo
Artikel Terkait
Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Bukan Kesultanan Demak, Ternyata Kerajaan Islam Tertua Ada di Jawa Timur hingga Bekas Bentengnya Bikin Hayam Wuruk Takut
Bak Atlantis, Kerajaan Demak 'Hilang' tanpa Sisa? Inilah 2 Pusaka Terakhir Peninggalan Kerajaan Islam Pertama di Jawa
5 Kerajaan Islam Tertua Solor Watan Lema Nusa Tenggara Timur: Dibawa oleh Seorang Ulama dan Pedagang yang Tersohor
Dikenal sebagai Pelopor! Jejak Kejayaan Kerajaan Islam Pertama di Nusantara: Samudera Pasai