SketsaNusantara.id - Kasus korupsi dalam impor gula yang menyeret mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong menyimpan secuil fakta menyedihkan.
Kebijakan impor gula yang dilakukan oleh pemerintah dalam beberapa dekade terakhir menjadi kisah miris mengingat industri gula pernah sangat berjaya dulu.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs PTPN X, Indonesia pernah mengalami masa kejayaan Industri Gula sekitar tahun 1930-an.
Saat masa penjajahan Belanda tersebut, Indonesia menjadi eksportir gula terbesar nomor dua di dunia.
Gula bahkan pernah menjadi komoditi unggulan di Indonesia hingga berperan dalam kehadiran kereta api di tanah air.
Sayangnya, masa kejayaan industri gula berangsur padam dengan berkurangnya lahan untuk menanam tebu dan kian banyaknya pabrik gula yang tutup.
Dikutip dari situs Goodstats, United States Department of Agriculture (USDA) menetapkan Indonesia sebagai negara dengan volume impor gula terbesar di dunia tahun 2023.
Lahirnya industri gula di Indonesia tak lepas dari kolonialisme yang dipraktekkan Belanda dan negara lainnya.
Saat pertama datang ke Nusantara, Belanda mulai membuka kebun-kebun tebu secara masif.
Di saat bersamaan, diberlakukanlah kebijakan sistem tanam paksa.
Baca Juga: Banjir Dukungan, Inilah Postingan Terakhir Tom Lembong Sebelum Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula
Artikel Terkait
Tradisi Pengantin Tebu Berasal dari Kisah Tragis di Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta? Ternyata Tujuannya untuk...
Menjabat Menteri Perdagangan Tahun 2015 dan Rugikan Negara Rp 400 M, Tom Lembong Kini Resmi Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula
Banjir Dukungan, Inilah Postingan Terakhir Tom Lembong Sebelum Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula
Pernyataan Tom Lembong Usai Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Gula
Pernah Menjabat Jadi Mendag, Segini Kekayaan Tom Lembong yang Jadi Sorotan Usai Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Impor Gula