Minggu, 19 Juli 2026

Sejak 1998, Jajanan Legendaris di Bantul Yogyakarta ini Dulunya Cuma Dijual 200 Rupiah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 28 Oktober 2024 | 14:00 WIB
Tahu Pong Yu Tini, Bantul, Yogyakarta. (Tangkap layar Youtube Dyodoran)
Tahu Pong Yu Tini, Bantul, Yogyakarta. (Tangkap layar Youtube Dyodoran)

SketsaNusantara.id -Keragaman kuliner Nusantara dengan harga terjangkau bisa dibuktikan di mana saja, termasuk di wilayah Bantul, Yogyakarta.

Bantul terkenal dengan suasana pedesaan yang asri, dikelilingi sawah hijau dan udara sejuk khas pedesaan Yogyakarta.

Jauh dari hiruk pikuk pusat kota, ada seorang penjual gorengan yang sangat dikenal masyarakat setempat dengan jajanannya yang khas.

Baca Juga: Siapa Mertua Wapres Gibran Rakabuming Raka? Sosok Ibunda Selvi Ananda, Ternyata Punya Kios Kuliner Sederhana di Solo

Jajanan yang dijual adalah tahu pong yang kabarnya dalam sehari bisa membuat sekitar 10 ember atau sekitar 2400 potong.

Tahu pong adalah jajanan khas Indonesia yang populer karena teksturnya yang krispi dan renyah di luar, tetapi kosong di dalam.

Tahu ini digoreng hingga kecokelatan tanpa isian, sehingga terlihat seperti mengembang atau "kopong".

Baca Juga: Memorable dan Selalu Dirindukan! Mengulik Kisah Ayam Pedas Rantinem, Kuliner Legendaris Banyuwangi yang Bikin Ketagihan

Biasanya, tahu pong disajikan bersama sambal kecap yang gurih dan sedikit pedas, menambah cita rasa lezatnya.

Cocok sebagai camilan ringan, tahu pong sering dijadikan teman minum teh atau kopi.

Ciri khas dari tahu pong ini adalah dimasak menggunakan kayu bakar.

Baca Juga: Warisan Jajanan Nusantara, Klaster Kampung Klepon di Sidoarjo Ini Makin Berkembang Berkat Program Klasterku Hidupku BRI

Menurut penuturan sang penjual, Mbah Tini atau Yu Tini, ada pengaruh cita rasa dari tahu pong yang dimasaknya menggunakan kayu bakar.

"Enak yang kayu. Alami soalnya," kata Yu Tini, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Dyodoran yang diunggah 15 Februari 2023.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Dyodoran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X