Kamis, 4 Juni 2026

Memorable dan Selalu Dirindukan! Mengulik Kisah Ayam Pedas Rantinem, Kuliner Legendaris Banyuwangi yang Bikin Ketagihan

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 21:30 WIB
Ayam Pedas Rantinem, kuliner khas Banyuwangi (Instagram/@azalia_wijaya)
Ayam Pedas Rantinem, kuliner khas Banyuwangi (Instagram/@azalia_wijaya)

 

SketsaNusantara.id - Banyuwangi, kota yang kaya akan kuliner, memiliki satu hidangan khas yang tak boleh dilewatkan—Ayam Pedas Rantinem.

Hidangan yang populer di Genteng, Banyuwangi Selatan ini dikenal memiliki cita rasa pedas yang menggugah selera dan membuat para penikmatnya ketagihan.

Salah satu tempat paling terkenal menyajikan hidangan ini adalah Warung Ayam Pedas Rantinem, yang tak hanya memanjakan warga lokal, tetapi juga menjadi langganan para pejabat, termasuk Bupati Banyuwangi saat ini, Ipuk Festiandani, dan mantan Bupati Azwar Anas.

Baca Juga: Mengulik Kisah Intip Ketan, Makanan Jadul Kesukaan Sunan Kudus yang Kini Jadi Kuliner Khas Jawa Tengah, Hanya Ada di Waktu Khusus

Warung Ayam Pedas Rantinem berlokasi di sekitar Terminal Genteng, Banyuwangi, dan telah berdiri sejak tahun 1970-an.

Keberadaannya yang bertahan lama bukan tanpa alasan. Rahasia di balik kesuksesan warung ini adalah konsistensi dalam mempertahankan cita rasa pedas yang khas sejak awal berdirinya.

Proses memasak yang masih menggunakan tungku kayu bakar, sebagaimana dilakukan sejak dulu, turut memberikan sentuhan aroma dan rasa autentik yang tak tergantikan.

Baca Juga: Yuk, Melipir ke Waroeng Pring Pethak di Malang! Nikmati Kuliner Khas Nusantara di Tengah Sawah Lokasinya…

Ayam Pedas Rantinem menggunakan bahan utama ayam kampung, yang dikenal memiliki tekstur daging yang lebih lezat. Setiap harinya, warung ini dapat menghabiskan hingga 100 ekor ayam kampung dan 25 kilogram cabai rawit, yang menjadi bumbu utama dalam hidangan pedas ini.

Ayam kampung yang telah dibersihkan dibakar terlebih dahulu sebelum diolah dengan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, daun jeruk, daun salam, dan tomat. Bumbu-bumbu tersebut kemudian dimasak dengan santan kental dan cabai halus, menciptakan sensasi pedas dan gurih yang “nampol.”

Proses memasak Ayam Pedas Rantinem memakan waktu yang cukup lama, terutama karena daging ayam harus dimasak hingga benar-benar empuk dan bumbu meresap sempurna.

Baca Juga: Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis

Keunikan lain dari warung ini adalah cara memasak yang tetap menggunakan tungku kayu bakar, yang dianggap mampu mempertahankan rasa otentik dari hidangan ini. Hasilnya adalah perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Dengan harga sekitar Rp20.000 per porsi, Ayam Pedas Rantinem menawarkan pengalaman kuliner yang tak hanya memuaskan lidah, tetapi juga kantong.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X