Kamis, 4 Juni 2026

Penyesalan Anak Mayjen D.I Pandjaitan Sebelum Ayahnya Dibunuh saat G30S PKI: Kenapa Nggak Kurang 5 Menit

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 30 September 2024 | 07:00 WIB
Potret Mayjen D.I Panjaitan dan Catherine Pandjaitan (Kolase Instagram.com/@revolusi_bangsa1965, YouTube Ahmad Nowmenta Putra)
Potret Mayjen D.I Panjaitan dan Catherine Pandjaitan (Kolase Instagram.com/@revolusi_bangsa1965, YouTube Ahmad Nowmenta Putra)

 

SketsaNusantara.id - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) menorehkan luka dan trauma yang cukup dalam bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Trauma hingga penyesalan berkepanjangan juga turut menghantui hidup banyak anak-anak para jenderal korban G30S PKI.

Penyesalan itu bahkan masih dirasakan oleh Catherine Pandjaitan, anak pertama Mayjen D.I Pandjaitan.

Baca Juga: Daftar 5 Fakta Mayjen DI Panjaitan: Pahlawan Revolusi G30S PKI yang Pernah Jadi Giyugun hingga Bekerja di Perusahaan Kayu

Peristiwa yang merenggut nyawa sang ayah di depan matanya meninggalkan penyesalan yang sangat mendalam.

Hal itu diungkap Catherine dalam acara Simposium Nasional ‘Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan’ pada 2016 lalu.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube SPASI tanggal 22 September 2020, Catherine mengungkapkan sejumlah penyesalannya.

Baca Juga: Profil Mayjen DI Panjaitan, Pahlawan Revolusi Tragedi G30S PKI: dari Anggota Giyugun hingga Penghargaan Anumerta

Satu di antaranya yakni saat detik-detik jelang sang ayah dihabisi oleh pasukan Cakrabhirawa.

Penyesalan itu muncul usai rekonstruksi yang digelar beberapa tahun setelah peristiwa mengerikan tersebut terjadi.

Dari rekonstruksi tersebut, Catherine mengetahui bahwa pasukan Cakrabhirawa hanya ditugaskan untuk menangkap jenderal dari pukul 03.30-04.30.

Baca Juga: Berapa Jumlah Anak Jenderal Ahmad Yani? Begini Nasib Putra-Putri dari Pahlawan Revolusi yang Dulu Jadi Saksi Mata Kebiadaban G30S PKI

“Mereka ditugaskan setengah empat sampai setengah lima, setengah lima bapak jenderal dapat atau tidak dapat, harus bubar,” ujar Catherine sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube SPASI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X