Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Kisah Sosok Ken Dedes, Perempuan Jelita yang Lahirkan Para Raja di Pulau Jawa, Benarkah Ada Kutukan di Balik Kecantikannya?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 September 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi - Ken Dedes yang terkenal sebagai perempuan istimewa. (Instagram/@tijanatimebomb.)
Ilustrasi - Ken Dedes yang terkenal sebagai perempuan istimewa. (Instagram/@tijanatimebomb.)

Sementara itu karir Ken Arok di Tumapel semakin cemerlang, ia juga akhirnya memimpin pasukan untuk menyerang kerajaan yang lebih besar dari Tumapel yakni Kerajaan Kediri dan juga berhasil memenangkannya. 

Setelah itu Ken Arok kemudian mendirikan kerajaannya sendiri yakni Kerajaan Singasari. Namun saat menjadi penguasa Singasari itulah kemudian ia dibunuh oleh Anusapati, anak Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

Rupanya selama ini akhirnya Anusapati  tahu bahwa Ken Arok merupakan orang yang telah membunuh ayah kandungnya demi merebut ibunya dan untuk mendapatkan kekuasaan di Tumapel.

Baca Juga: Ngeri! 4 Mitos Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi, Dihuni Ular yang Bisa Bikin Merinding Sekujur Badan

Dengan demikian kemudian kisah hidup Ken Arok yang luar biasa, penuh kontoversi juga konspirasi berakhir di tangan anak tirinya sendiri yang dianggap sebuah kutukan dari Keris Mpu Gandring, keris yang dipakai membunuh Tunggul Ametung sekaligus membunuh penciptanya, Mpu Gandring.

Namun Ken Arok dan Ken Dedes, seperti ramalan Lohgawe bahwa Ken Dedes akan menjadi ibu dari raja-raja Jawa benar adanya, karena dari empat anaknya bersama Ken Arok inilah kemudian lahir raja-raja Jawa, mulai dari Pajang, Mataram, Demak hingga Majapahit.

Meski demikian sejarah kemudian menyebutkan bahwa kecantikan seorang wanita bisa menjadi kutukan bagi wanita itu sendiri atau bagi orang-orang disekitarnya seperti tragedi yang megiringi kisah Ken Arok dan Ken Dedes.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: perpusda.magetan.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X