Persaingan sengit antara Ternate-Portugis dan Tidore-Spanyol berlanjut hingga mencapai puncaknya dengan ditandatanganinya Perjanjian Saragosa pada tahun 1529.
Perjanjian ini menandai perubahan penting dalam peta kekuasaan di Maluku, mengakhiri rivalitas yang tajam antara kedua kesultanan dan kekuatan asing.
Kisah perjuangan Kesultanan Tidore mencerminkan kompleksitas interaksi antara kerajaan lokal dan penjajah.
Strategi aliansi dan pertahanan menjadi faktor krusial dalam mempertahankan kedaulatan di tengah ancaman yang terus mengintai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Penemuan Tulang Manusia dalam Sumur Tua Surabaya, Bukti Peninggalan Kerajaan Majapahit, Masih Eksis hingga Kini
Jayanegara: Raja Kedua Kerajaan Majapahit yang Tumbang oleh Pemberontakan dan Pengkhianatan dari Dalam Istana
Dimulai Dengan Melawan Ayahnya! Benarkah Kesultanan Demak Runtuh Oleh Konflik di Dalam Kerajaan?
Peradaban Trowulan Sampai ke Kalimantan Barat? Misterius, Ini Asal Usul Peninggalan Kerajaan Majapahit di Luar Pulau Jawa
Pernah Klaim sebagai Kerajaan Tertua di Nusantara, Kerajaan Salakanagara Telah Ada Sejak 130 Masehi, Begini Sejarahnya