SketsaNusantara.id- Pada masa pemerintahan Sultan Aminuddin Iskandar Zulkarnain, Kesultanan Tidore menghadapi tantangan besar dari Portugis yang melancarkan serangan dahsyat pada Maret 1535.
Meskipun ibukota kesultanan hancur lebur akibat serangan tersebut, Tidore tetap tegar.
Dalam waktu beberapa bulan, berhasil memukul mundur pasukan Portugis.
Baca Juga: Bukan Kutai Martadipura, Inilah Kerajaan Tertua Nusantara Menurut Catatan Kuno Naskah Wangsakerta
Peristiwa ini menjadi simbol ketahanan Tidore di tengah ambisi besar Portugis untuk menguasai seluruh kepulauan Maluku.
Setelah wafatnya Sultan Aminuddin, kepemimpinan berpindah ke Sultan Kyai Mansyur, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kesultanan Nusantara.
Namun, konflik dengan Portugis tidak surut dan terus berkepanjangan.
Di sisi lain, sebelum Sultan Aminuddin, Kesultanan Tidore dipimpin oleh Sultan Al Mansur (1512-1526 M) setelah Sultan Jamaluddin.
Pada masa ini, pengaruh asing mulai menjalar ke Maluku Utara dengan signifikan.
Pada tahun 1521, Sultan Mansur menjalin aliansi strategis dengan Spanyol untuk menyaingi kekuatan Kesultanan Ternate yang bersekutu dengan Portugis.
Baca Juga: Kerajaan Kristen Ada di Wilayah Timur Nusantara, Bagaimana Ajarannya Bisa Sampai ke Pulau Jawa?
Langkah ini menunjukkan kecerdikan politik Sultan Mansur dan menjadi titik balik bagi Tidore, yang berhasil memperluas pengaruhnya.
Terutama ke selatan pulau Halmahera dan wilayah Papua bagian barat.
Artikel Terkait
Penemuan Tulang Manusia dalam Sumur Tua Surabaya, Bukti Peninggalan Kerajaan Majapahit, Masih Eksis hingga Kini
Jayanegara: Raja Kedua Kerajaan Majapahit yang Tumbang oleh Pemberontakan dan Pengkhianatan dari Dalam Istana
Dimulai Dengan Melawan Ayahnya! Benarkah Kesultanan Demak Runtuh Oleh Konflik di Dalam Kerajaan?
Peradaban Trowulan Sampai ke Kalimantan Barat? Misterius, Ini Asal Usul Peninggalan Kerajaan Majapahit di Luar Pulau Jawa
Pernah Klaim sebagai Kerajaan Tertua di Nusantara, Kerajaan Salakanagara Telah Ada Sejak 130 Masehi, Begini Sejarahnya