SketsaNusantara.id- Candi bentar atau dalam bahasa Jawa memiliki arti "terbelah" adalah sebutan bagi bangunan gapura berbentuk dua bangunan yang sama.
Candi Bentar dikenal sebagai sebuah gerbang yang mengantarkan orang masuk menuju kawasan sebuah candi atau pura.
Selain itu, Candi Bentar juga memiliki kharakteristik unik yakni bentuknya yang seperti cermin yang membatasi sisi kiri dan kanan pada pintu masuknya.
Baca Juga: Konon Menjadi Makam Abu Hayam Wuruk, Inilah Candi Ngetos yang Dibangun Pada Abad Ke-15 di Nganjuk
Pada bagian atapnya dan kedua sisi pada candi terpisah dan hanya terhubung lewat bagian bawah oleh sebuah anak tangga.
Bangunan dengan jenis Candi Bentar tersebut mayoritas dijumpai di beberapa candi yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Menurut informasi, Candi Bentar dengam bentuk gapura terbelah ini mulai ada untuk yang pertama kalinya sekitar era Kerajaan Majapahit.
Sementara itu di area bekas Kesultanan Mataram yakni di Jawa Tengah dan Yogyakarta, gerbang dengan bentuk mirip Candi Bentar juga ada dan dikenal dengan nama "supit urang" atau "capit udang".
Supit Urang tersebut dapat kita temukan di area Keraton Solo, Keraton Yogyakarta, serta Pemakaman raja-raja Imogiri.
Kemudian ada juga Candi Bentar di Pulau Bali yang yang berfungsi untuk membatasi lingkungan luar dengan kawasan terluar dari area pura disebut Nista Mandala (jaba pisan).
Selain gerbang terbelah itu, ada juga gerbang Kori Ageng atau Paduraksa yang diketahui masih satu arsitektur dengan Candi Bentar.
Artikel Terkait
Dibangun Abad Ke-9, Inilah Candi Banyunibo di Sleman Yogyakarta, Ini Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dijuluki 'Si Sebatang Kara'
Muncul Sekitar Tahun 1800-an, Inilah Candi Klotok Peninggalan Kerajaan Kediri untuk Bertapa
Dibangun oleh Raja Sanjaya di Tahun 732, Inilah Candi Gunung Wukir Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Konon Dibangun Abad Ke-10 Masehi, Inilah Candi Gunung Gangsir di Pasuruan Oleh Mpu Sindok Pada Masa Kerajaan Mataram Kuno
Diperkirakan Dibangun Pada Abad Ke-15, Peninggalan Candi Surowono dari Kerajaan Kediri yang Bercorak Hindu