SketsaNusantara.id - Gambar Wali Songo yang sering dijual di tempat ziarah dan dipasang dalam rumah-rumah warga menyimpan banyak misteri.
Pasalnya, tidak ada yang benar-benar tahu persis bagaimana penampakan rupa dari 9 wali penyebar agama Islam di Tanah Jawa itu.
Gambar dalam poster Wali Songo itu menggambarkan pose mereka yang tampak formal dengan masing-masing karakternya.
Menariknya, poster 9 anggota Wali Songo itu justru tampak menarik meskipun bukan sebuah fakta visual yang bisa dipertanggungjawabkan secara historis.
Yang harus diakui adalah fakta bahwa poster tersebut adalah bagian dari upaya memproyesikan sifat kewalian mereka agar dapat dipahami masyarakat umum di zaman sekarang.
George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa terbitan KPG tahun 201 menyinggung adanya lapisan makna dari gambar potret itu.
Baca Juga: Amalan Istimewa untuk Keselamatan dari Syekh Jangkung, Cucu Wali Songo dari Pati yang Penuh Karomah
Dilansir SketsaNusantara.id, ada 2 sisi yang tersorot terang dari poster itu.
Di satu sisi, mereka berjejer seperti dewan kota atau pengurus sebuah usaha dagang besar dalam birokrasi modern.
Penampakan 9 wali dalam poster itu menggambarkan wibawa manajemen dan birokrasi yang berdampak besar dan sangat modern.
Sedangkan jika dilihat dari sisi lain, mereka tampak seperti perwujudan keluarga besar yang nyaman dan merangkul semua.
'Birokrasi' dan 'Keluarga, George menyebutnya sebagai obsesi yang terdapat di mana-mana. Namun, poster Wali Songo itu adalah contoh khas Jawa dari 2 lembaga tersebut.
Artikel Terkait
KH Abdul Ghofur Lamongan: Bukti Nyata Pondok Wali Songo Kini Hadir dengan Fasilitas Lengkap, Sudah Berusia 600 Tahun?
4 Wirid Amalan Wali Songo dan Diamalkan Sejumlah Pejuang Islam, Bacaan Pertama Dikenal dengan Doa Nabi Yunus
Amalan Tradisi Wali Songo untuk Panjang Umur, Rezeki Berlimpah, dan Keselamatan dari Kyai Muchtar Mu’ti
Siapa Kyai Sadrach? Kisah Kyai Kristen atau Penginjli di Tanah Jawa, Bukan Wali Songo tapi Disebut Sunan Kalijaga Versi...
Bukan Wali Songo! Ada 3 Teori Sejarah Masuknya Agama Islam ke Wilayah Nusantara, Mana yang Benar?