Nama zirah berlapis logan tersebut adalah Siping-Siping.
Siping-Siping digambarkan seperti sebuah baju perang yang bersisik biasa disebut juga sebagai zirah sisik.
Fungsi zirah sisik itu untuk melindungi bagian tubuh tertentu dari senjata atau benda yang berpotensi memberikan ancaman.
Berbeda dengan pasukan regular, pasukan elite Kerajaan Majapahit lebih memilih untuk tidak mengenakan zirah sisik.
Berdasarkan pada Kitab Hikayat Banjar, menyebut bahwa pasukan khusus Kerajaan Majapahit atau Unit Bhayangkara memilih mengenakan zirah rantai dadi besi atau disebut juga sebagai Waju Rante.
Selanjutnya, bagi para perwira militer Kerajaan Majapahit yakni menggunakan zirah atau armor yang disebut sebagai Kawaca.
Zirah Kawaca disebit memiliki teori yang cukup bervariasi khususnya pada bentuk hingga tipenya.
Diasumsikan zirah kawaca terbuat bukan dari bahan logan berjenis besi, melainkan menggunakan tembaga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Majapahit Bukan Kaleng-Kaleng! Warisan Kerajaan Nusantara Ini Pengaruhnya Mencapai Eropa dan Amerika?
Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan
Gebrakan Besar untuk Kerajaan Majapahit! Kenali Wanita Penyebar Agama Islam di Mojokerto, Rupanya Istri Selir dari Raja
Mengenal Candi Tegowangi, Konon Sebuah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Kediri yang Dibangun Sekitar Tahun 1400 M
Peninggalan Jejak Kerajaan Majapahit Nyempil di Pulau Dewata! Pura Ala Jatim di Bali ini Punya Cerita dari Sosok Gajah Mada