Kamis, 4 Juni 2026

Apakah Pasukan Kerajaan Majapahit Mengenakan Zirah? Simak Fakta Sejarah Para Prajurit Kebanggaan Nusantara

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 September 2024 | 08:00 WIB
Ilustrasi Patih Gajah Mada, salah satu Panglima perang pasukan Kerajaan Majapahit. (Instagram/@whousah)
Ilustrasi Patih Gajah Mada, salah satu Panglima perang pasukan Kerajaan Majapahit. (Instagram/@whousah)

Nama zirah berlapis logan tersebut adalah Siping-Siping.

Siping-Siping digambarkan seperti sebuah baju perang yang bersisik biasa disebut juga sebagai zirah sisik.

Baca Juga: Kini Kondisinya Terabaikan! Menguak Puing Kerajaan Kuno di Kaki Gunung Argopuro, Diduga Warisan Era Klasik Kejayaan Majapahit

Fungsi zirah sisik itu untuk melindungi bagian tubuh tertentu dari senjata atau benda yang berpotensi memberikan ancaman.

Berbeda dengan pasukan regular, pasukan elite Kerajaan Majapahit lebih memilih untuk tidak mengenakan zirah sisik.

Berdasarkan pada Kitab Hikayat Banjar, menyebut bahwa pasukan khusus Kerajaan Majapahit atau Unit Bhayangkara memilih mengenakan zirah rantai dadi besi atau disebut juga sebagai Waju Rante.

Selanjutnya, bagi para perwira militer Kerajaan Majapahit yakni menggunakan zirah atau armor yang disebut sebagai Kawaca.

Zirah Kawaca disebit memiliki teori yang cukup bervariasi khususnya pada bentuk hingga tipenya.

Diasumsikan zirah kawaca terbuat bukan dari bahan logan berjenis besi, melainkan menggunakan tembaga.***


Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X