Masyarakat percaya bahwa ketika saat itu Dewindani kerap berhubungan dengan pria lain meski sudah memiliki suami.
Lantaran perilakunya yang dianggap tidak biasa. Maka ia dikutuk oleh para Dewa dan menjadi seekor lembu.
Bahkan tidak hanya menyerupai seekor lembu. Namun wajah dari kutukan itu juga mirip asu atau anjing.
Karena mitos yang beredar, alhasil Candi Asu itu memberikan pelajaran bagi manusia untuk tidak terjebak oleh nafsu.
Di sisi lain, mitos adanya Dewindani itu merupakan kisah batu. Lantaran gambaran tentang anjing pada masyarakat Jawa Kuno beragam.
Meski saat ini sebutan Candi Asu di Magelang terkesan konotasi negatif. Namun ada juga dalam beberapa tradisi yang menyatakan bahwa anjing adalah simbol kesetiaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Misteri Prabu Angling Dharma: Jejak Legenda Kerajaan Jawa yang Masih Hidup di Bojonegoro, Benar atau Mitos?
Misteri Petirtaan Dewi Sri di Magetan Sebagai Peninggalan Mataram Kuno, Konon Katanya Penuh Keajaiban
Ada Arca Mirip Lambang Negara Singapura! Inilah Keunikan Candi Ngawen dari Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Magelang
Dulu Tempat Pemandian Para Raja, Sekarang Jadi Destinasi Wisata, Inilah Candi Umbul Warisan Kerajaan Mataram Kuno Abad ke-8
Buka Tabir Kelam dari Kerajaan Mataram Kuno? Wariskan Peninggalan Prasasti dengan Segudang Makna Mendalam
Kondisi Makam Raja Kerajaan Gowa ke-XIII yang Terletak di Benteng Keraton Buton Sulsel, Tampak tak Megah tapi...