SketsaNusantara.id- Candi Ngawen berasal dari nama lokasi itu yang berada di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Perlu diketahui bahwa Candi Ngawen ini juga ternyata berada di tengah-tengah pemukiman warga Desa Ngawen.
Berdasarkan Bahasa Sanskerta, Candi Ngawen disebut juga dengan "Venuvana" yang memiliki arti hutan bambu.
Candi tersebut diperkirakan dibangun sebagai sebuah bangunan suci yang tertulis dalam Prasasti Karang Tengah dengan angka 824 Masehi.
Penguasa dari Kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Sailendralah yang telah mendirikan bangunan candi suci ini di sekitar abad ke-8 Masehi yang dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Aliy Wafa.
Pada awal penemuannya, Candi Ngawen tertutupi oleh pasir yang kemungkinan berasal dari letusan gunung berapi, sehingga setelahnya dilakukan upaya ekskafasi demi menguak sejarah di dalamnya.
Baca Juga: Pemandian Tak Pernah Kering, Candi Umbul di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Candi ini terdiri dari 5 buah candi yang berukuran kecil yaitu 2 candi induk dan 3 pewara.
Selain itu Candi Ngawen mempunyai keunikan dimana terdapat 4 buah arca singa di setiap sudut candi 2 dan candi 4.
Gaya ukiran pada arca singa itu menyerupai lambang singa dari negara Singapura dan difungsikan untuk mengaliri air hujan yang keluar dark mulut arca.
Candi Ngawen sendiri bercorak Budha yang ditunjukkan dengan temuan Arcadiani Budha Ratasan Bawa di candi 2 dan Arcadiani Budha Amitaba di candi 4.
Secara sekilas, candi tersebut agak mirip dengan candi Hindu karena bentuknya yang meruncing.
Artikel Terkait
Mengenal Keunikan Candi Dieng Banjarnegara, Peninggalan Kerajaan Kalingga yang Konon Merupakan Candi Paling Tua di Indonesia
Inilah Candi Jawi Peninggalan Kerajaan Singasari yang Dibangun pada Abad ke-13 di Masa Pemerintahan Raja Kertanegara
Mengenal Candi Lawang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dibangun Sekitar Abad ke-9 Masehi
Mengulik Candi Klero yang Konon Merupakan Peninggalan dari Kerajaan Singasari di Semarang
Misteri Candi Dermo yang Tersembunyi di Kawasan Sidoarjo, Gerbang Menuju Tempat Suci Kerajaan Majapahit?