Uang emas yang dikenal sebagai Deureuham (dirham) juga dicetak sebagai alat tukar, menandakan kemajuan ekonomi yang dicapai kerajaan ini.
Struktur pemerintahan Samudera Pasai sangat terorganisir dengan sultan sebagai pemimpin utama yang memerintah secara turun-temurun.
Pemerintahan ini dibantu oleh berbagai jabatan penting, termasuk Menteri Besar yang berfungsi sebagai Perdana Menteri, Bendahara yang mengurus keuangan, dan Laksamana yang memimpin angkatan laut.
Para Syahbandar, yang mengawasi dan mengatur pedagang asing di pelabuhan, berperan sebagai penghubung antara sultan dan dunia luar, memastikan kelancaran perdagangan.
Dengan letaknya yang strategis dan kekuatan maritim yang dimilikinya, Samudera Pasai menggantikan Sriwijaya dalam perannya sebagai pusat perdagangan utama di Selat Malaka.
Namun, setelah beberapa abad berkuasa, kerajaan ini mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh pada abad ke-16.
Meskipun begitu, warisan sejarah dan budaya Samudera Pasai tetap hidup melalui peninggalan-peninggalan yang ditemukan.
Memberikan bukti yang jelas tentang kejayaan kerajaan Islam pertama di Nusantara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Blusukan ke Desa Bakal Ketemu Peninggalan Kerajaan? Lebih Tua dari Candi Borobudur, Prasasti di Kabupaten Batang Penuh Teka-Teki
5 Kerajaan Islam Tertua Solor Watan Lema Nusa Tenggara Timur: Dibawa oleh Seorang Ulama dan Pedagang yang Tersohor
Telusuri Jejak Peninggalan Kerajaan Ratu Shima! Prasasti di Magelang Ini Punya Makna Seindah Suasana Alam di Sekelilingnya
3 Wilayah di Jawa Timur yang Pernah Menjadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit, Salah Satunya Terletak di Hutan Tarik Sidoarjo
Menelusuri Jejak Hindu dan Islam di Kabupaten Bojonegoro, Dua Kerajaan Ini Punya Pengaruh Besar dalam Sejarah Perkembangan Wilayahnya