Minggu, 21 Juni 2026

Dikenal sebagai Pelopor! Jejak Kejayaan Kerajaan Islam Pertama di Nusantara: Samudera Pasai

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 September 2024 | 12:30 WIB
Jejak Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Islam pertama di Nusantara. (X/ @AzizulFarhan2)
Jejak Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Islam pertama di Nusantara. (X/ @AzizulFarhan2)

SketsaNusantara.id - Kerajaan Samudera Pasai, yang didirikan pada tahun 1267 Masehi oleh Meurah Silu, memegang gelar sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara.

Terletak di pantai barat laut Sumatera, kerajaan ini berada di lokasi strategis yang menghadap Selat Malaka, jalur perdagangan utama yang menghubungkan berbagai belahan dunia pada masa itu.

Keberadaan Samudera Pasai sebagai pusat perdagangan internasional menjadikannya sebagai kekuatan maritim yang dominan di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Fakta Unik di Balik Kemegahan Masjid Agung Banten, Peninggalan Kerajaan Banten yang Masih Kokoh Berdiri hingga Sekarang

Kemegahan Samudera Pasai terlihat jelas dari penemuan arkeologis yang ditemukan di makam-makam raja-raja Pasai di kampung Gedong, Aceh Utara.

Salah satu makam yang terkenal adalah milik Sultan Malik Al Saleh, pendiri kerajaan ini.

Selain itu, karya sastra Hikayat Raja Pasai yang ditulis pada tahun 1360 H, menandai dimulainya perkembangan sastra Melayu klasik di Nusantara.

Baca Juga: Mengenal Candi Jago di Malang, Peninggalan Kerajaan Singasari yang Dibangun Sekitar Abad ke-13 Masehi

Memberikan gambaran tentang keagungan budaya dan sejarah kerajaan ini.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman fahum.umsu.ac.id, selama masa kejayaannya, Samudera Pasai berkembang pesat di bawah kepemimpinan Sultan Malik al-Tahir II.

Kerajaan ini menguasai pelabuhan-pelabuhan penting seperti Pidie dan Perlak, yang berada di bawah pengaruhnya.

Baca Juga: 4 Kisah Unik Kolam Segaran Warisan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Konon Banyak Ditemukan Peralatan Makan dari Emas

Samudera Pasai bukan hanya dikenal sebagai pusat perdagangan yang menghubungkan Nusantara dengan Persia, Arab, Cina, dan India.

Akan tetapi, juga sebagai penghasil komoditas berharga seperti lada, kapur barus, dan emas.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: fahum.umsu.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X