Kamis, 4 Juni 2026

Mengulik Kisah Candi Sukuh di Karanganyar, Konon Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Ditemukan Pada Tahun 1815

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 September 2024 | 21:13 WIB
Penampakan Candi Sukuh (pesonakaranganyar.karanganyarkab.go.id)
Penampakan Candi Sukuh (pesonakaranganyar.karanganyarkab.go.id)

SketsaNusantara.id – Indonesia memiliki banyak peninggalan dari Kerajaan Hindu maupun Buddha yang tersebar di daerah-daerah.

Di antara banyaknya peninggalan sejarah yang ada di Indonesia, Candi merupakan situs yang menarik untuk dikunjungi.

Candi-candi yang ada di Indonesia menjadi sebuah objek wisata yang sangat keren bagi warga lokal maupun mancanegara.

Baca Juga: Blusukan ke Desa Bakal Ketemu Peninggalan Kerajaan? Lebih Tua dari Candi Borobudur, Prasasti di Kabupaten Batang Penuh Teka-Teki

Seperti yang kita ketahui bahwa Candi Prambanan dan Candi Borobudur merupakan wisata ikonik di Indonesia yang kini masih menjadi daya minat wisata.

Namun, selain kedua candi tersebut, ada nama Candi yang cocok dijadikan destinasi wisata ketika kamu mengunjungi Karanganyar, Jawa Tengah.

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari laman bob.kemenparekraf.go.id, di Karanganyar terdapat salah satu Candi yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Inilah Candi Bajang Ratu Peninggalan Kerajaan Majapahit, Terdapat Relief Cerita Peruwatan Lokasinya di…

Candi yang dimaksud adalah Candi Sukuh yang merupakan peninggalan sejarah yang juga sering dijadikan destinasi wisata.

Konon, Candi Sukuh ini memiliki bangunan yang hampir mirip dengan budaya Maya di Meksiko dan budaya Inca di Peru.

Candi ini diketahui ditemukan pada tahun 1930 oleh peneliti Belanda dan mereka berargumen bahwa pembangunan Candi ini dilakukan dengan terburu-buru.

Baca Juga: Takdirnya Terlupakan! Dari Era Majapahit Hingga PKI, Inilah Sejarah Kelam Keberadaan Candi Deres di Jember

Fakta lainnya mengatakan bahwa Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta ketika ia melakukan penelitian mengumpulkan data-data untuk menulis ‘The History of Java’ yang dilakukan oleh Stamford Raffles.

Candi ini berdiri di atas tanah seluas +5.500 m2 yang terdiri dari atas tiga teras yang bersusun seperti punden berundak pada tradisi Megalitik.Setiap teras di Candi ini, masing-masing memiliki gapura.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: bob.kemenparekraf.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X