Minggu, 19 Juli 2026

5 Kerajaan Islam Tertua Solor Watan Lema Nusa Tenggara Timur: Dibawa oleh Seorang Ulama dan Pedagang yang Tersohor

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 September 2024 | 14:00 WIB
Peta 5 Kerajaan tertua yang ada di Solor Watan Lema NTT. (Instagram @falis_herin)
Peta 5 Kerajaan tertua yang ada di Solor Watan Lema NTT. (Instagram @falis_herin)

Baca Juga: Inilah Candi Bajang Ratu Peninggalan Kerajaan Majapahit, Terdapat Relief Cerita Peruwatan Lokasinya di…

Kerajaa Lamkera adalah tempat lahirnya Gerakan Pendidikan Islam dan kebudayaan, di wilayah ini juga terdapat Masjid terbesar dan termegah di NTT.

3. Kerajaan Lamahala

Kerajaan ini adalah salah satu kerajaan yang berada di sisi selatan Pulau Adonara sebagai denyut Islam yang masih kuat terjaga dalam kehidupan masyarakat dengan total sekitar 7000 penduduk Lamahala.

Kerajaa Lamahala termasuk kerajaan kecil dari 4 kerajaan lainnya, namun penduduk wilayah ini mempunyai semangat yang tinggi dalam membela agama.

Baca Juga: 4 Fakta Patok Puser Kerajaan Majapahit: dari Umpak Gajah Patih Gajah Mada hingga Paku Nusantara, Kalau Tercabut Bisa...

4. Kerajaan Terong

Kerajaan ini ada di sebelah Kerajaan Lamahala di Pulau Adonara, penduduk di sini cukup unik karena karakter masyarakat dan kepemimpinannya terkesan dengan nuansa Islam Tradisional.

5. Kerajaan Lebala

Kerajaan Lebala ada di Selatan Pulau Lembata Kecamatan Wulandoni, Nusa Tenggara Timur, kerajaan ini sudah mengenal Islam melalui perdagangan yang datang dari Kerajaan Terong dan Lamahala.

Labala merupakan satu-satunya Kerajaan di Kabupaten Lembata sebagai kerajaan bungsu dari beberapa kerajaan islam di wilayah timur pulau Flores.

Nama Lebala menjadi sebuah identitas bagi masyarakat sebagai pemersatu entitas dengan berbagai macam suku dari asal usul nama Lepan dan Batan. ***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Tiktok Maulana Sangaji

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X