Klaim ini juga diperkuat oleh Irman Firmansyah, seorang pakar sejarah dari Yayasan Dapur Kipahare.
Dalam bukunya Soekaboemi the Untold Story menggali lebih dalam mengenai hubungan antara Salakanagara dan suku Sunda.
Pada puncak kejayaannya, di bawah pemerintahan raja terakhir Dewawarman VIII, Salakanagara dikenal sebagai kerajaan yang makmur dan memiliki kehidupan keagamaan yang berkembang pesat.
Menurut catatan sejarah yang diabadikan di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), rakyat Salakanagara menganut kepercayaan Wisnu.
Memuja dewa-dewa seperti Siwa dan Ganesha, dengan pemujaan terbesar ditujukan kepada Ganesha atau Ganapati.
Selain itu, masyarakat Salakanagara juga menjalani kehidupan sehari-hari yang beragam.
Mereka hidup dari bertani, berburu, berdagang, dan menjadi nelayan, menciptakan fondasi ekonomi yang kuat bagi kerajaan mereka.
Kini, jejak Kerajaan Salakanagara bukan hanya menambah kekayaan sejarah Nusantara.
Akan tetapi, juga membuka lembaran baru dalam memahami asal mula peradaban dan suku di Indonesia.
Dengan temuan-temuan ini, sejarah Indonesia yang kita kenal mungkin perlu ditulis ulang, mengingat masih banyak misteri masa lalu yang belum terungkap.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Situs Peninggalan Kerajaan Majapahit, Goa Suci di Tuban yang Menjadi Kebanggan dari Desa Wangun
Ki Ageng Jejer Guru Sultan Agung: Orang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Kerajaan Mataram Islam di Pulau Jawa
Demi Kekuasaan dan Kestabilan Kerajaan, Benarkah Sultan Agung Raja Mataram Menikah dengan Ratu Kidul?
4 Pusaka Majapahit yang Menjadi Simbol Kejayaan Kerajaan Ini, Ternyata Tidak Ada di Indonesia?
Eksplorasi Goa Surowono Kediri, Terowongan Rahasia Kerajaan Kediri, Sekarang Jadi Objek Wisata?