Kamis, 4 Juni 2026

5 Kyai Penuh Karomah yang Turut Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, Nomor Satu Kisahnya Legendaris hingga Kini

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 21:30 WIB
Ilustrasi pasukan KNIL yang dilawan para kyai dengan karomahnya  (YouTube A'az Ibad)
Ilustrasi pasukan KNIL yang dilawan para kyai dengan karomahnya (YouTube A'az Ibad)

SketsaNusantara.id - Para Kyai pada masa penjajahan memiliki cara tersendiri dalam melawan karena mereka memiliki karomah.

Sehingga dalam perang melawan Belanda atau Jepang, tak seperti orang kebanyakan, kisah mereka unik dan menarik pada masa itu.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari buku "Karomah Para Kyai" karya Samsul Munir Alim dikisahkan perjuangan para kyai yang unik pada masa perang melawan penjajah.

Baca Juga: 7 Kyai Pejuang Kemerdekaan Indonesia: Bahkan Ada Juga yang Sampai Terjun ke Medan Peperangan?

Berikut karomah yang ditunjukkan beberapa kyai dalam melawan penjajah Belanda dan Jepang.

1. KH Umar (Sumber Beringin Jember)

Pada perang revolusi fisik, KH Umar Sumber Beringin Jember dan pondok pesantren yang diasuhnya menjadi target penjajah untuk di bumi hanguskan.

Sebab saat itu pondok pesantren Sumber Beringin kala itu dijadikan markas oleh pasukan gerilya Mayor Magenda, Mayir Sukarto dan Mayor Dasuki.

Baca Juga: Sebelum Negara Sudah Ada Ulama, Gus Baha Jelaskan Peran Kyai dalam Kemerdekaan Indonesia

Pondok pesantren tersebut kemudian didatangi 4 truk pasukan KNIL untuk menggempur para gerilyawan yang ada disana.

Namun anehnya pasukan KNIL tersebut hanya berputar-putar disekitar pondok pesantren karena mereka bingung seperti kehilangan arah lalu pergi lagi.

Usut punya usut ternyata di dalam pondok pesantren KH Umar dan santri-santrinya saat itu melakukan mujahadah dan wiritan untuk menolak kedatangan para pasukan KNIL dan ternyata hal itu berhasil hingga pesantren aman dari serangan musuh.

Baca Juga: Namanya Kini Diabadikan Jadi Jalan di Mojokerto, Sosok Kyai Ini Konon Dikenal Sakti Anti Peluru

2. KH Mashari (Lempuyangan Yogyakarta)

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Buku "Karomah Para Kyai"

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X