Kamis, 4 Juni 2026

Namanya Kini Diabadikan Jadi Jalan di Mojokerto, Sosok Kyai Ini Konon Dikenal Sakti Anti Peluru

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 20:30 WIB
Sosok KH Muhammad Nawawi (Instagram @majalahtebuireng)
Sosok KH Muhammad Nawawi (Instagram @majalahtebuireng)

 

SketsaNusantara.id - Pada masa perjuangan kemerdekaan dikenal satu nama kyai bernama KH Muhammad Nawawi dikenal sebagai kyai yang anti peluru.

KH Muhammad Nawawi dikenal kyai anti peluru ini berasal dari Mojokerto yang lahir pada tahun 1886, ia dikenal sebagai ulama sekaligus pejuang kemerdekaan.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Tawaf TV, KH Muhammad Nawawi tidak dikenal hanya mengajarkan ilmu agama namun juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang kerap menanamkan semangat patriotisme kepada para santrinya.

Baca Juga: 7 Kyai Pejuang Kemerdekaan Indonesia: Bahkan Ada Juga yang Sampai Terjun ke Medan Peperangan?

Luar biasanya, meski hanya datang dari keluarga biasa dimana sang ibu hanya ibu rumah tangga biasa dan ayah dari pekerja bangunan, namun ia sempat mengenyam pendidikan di Holland Inland Partikelir, sebuah lembaga pendidikan dasar pada zaman penjajahan Belanda.

Lalu setelahnya, ia melanjutkan ke pondok Tebu Ireng lalu kepada sejumlah kyai yakni Kyai Sholeh Mojosari, Kyai Zainuddin Nganjuk jingga Kyai Holil Bangkalan.

Layaknya aktivis pada zaman penjajahan, ia aktif pada organisasi termasuk terkait pada pendirian Nahdlatul Ulama hingga organisasi ini berkembang meski terus berada dibawah pengawasan kolonial Belanda.

Baca Juga: Sebelum Negara Sudah Ada Ulama, Gus Baha Jelaskan Peran Kyai dalam Kemerdekaan Indonesia

Sampai kemudian pada tahun 1928, KH Nawawi bersama salah satu sahabatnya mendirikan cabang NU di Mojokerto.

Maka kemudian ia melakukan tabligh keliling turun langsung ke musholla-musholla di wilayah Mojokerto 

Setelah kemerdekaan, tentara Inggris dan Belanda datang kembali dalam bentuk tentara gabungan hadir untuk menguasai NKRI kembali.

Untuk itu wali kota Surabaya kala itu datang ke markas Hisbullah untuk meminta bantuan kepada para kyai Mojokerto.

Baca Juga: 7 Kyai Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, Sang Pahlawan Muslim dengan Peran Penting Terhadap Bangsa

Maka KH Nawawi kemudian menawarkan bantuan untuk berjihad dengan mengomandani Laskar Hisbullah dan Sabilillah yang merupakan laskar akar rumput langsung dari pesantren.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube TAWAFTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X